Kelainan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih (hipertiroid) atau kurang (hipotiroid). Gangguan tiroid memengaruhi metabolisme tubuh secara luas dan sering terjadi pada lansia, menyebabkan gejala yang menyerupai proses penuaan normal.
Penyebab
- Hipotiroid: kelenjar tiroid kurang aktif, sering akibat penyakit autoimun (Hashimoto).
- Hipertiroid: kelenjar tiroid terlalu aktif, sering akibat penyakit Graves atau nodul tiroid.
- Pembedahan tiroid atau efek samping obat tertentu.
Faktor Risiko
- Usia lanjut dan jenis kelamin wanita.
- Riwayat keluarga gangguan tiroid atau penyakit autoimun.
- Riwayat operasi tiroid atau terapi radiasi leher.
Gejala
- Hipotiroid: mudah lelah, berat badan naik, kedinginan, kulit kering, sembelit, dan depresi.
- Hipertiroid: berat badan turun, jantung berdebar, gelisah, berkeringat, dan tremor.
- Pada lansia gejala sering ringan atau tidak khas sehingga sering terlewatkan.
Kapan ke Dokter
Periksakan bila mengalami kelelahan menetap, perubahan berat badan tanpa sebab jelas, atau jantung berdebar. Tes fungsi tiroid disarankan pada lansia dengan gejala yang tidak terjelaskan.
Diagnosis
- Tes darah fungsi tiroid (TSH, T4 bebas).
- USG tiroid bila ditemukan pembesaran atau nodul.
- Pemeriksaan antibodi tiroid pada kasus autoimun.
Pengobatan
- Hipotiroid: hormon tiroid pengganti (levotiroksin) seumur hidup.
- Hipertiroid: obat antitiroid, terapi yodium radioaktif, atau pembedahan.
- Pemantauan kadar hormon tiroid secara berkala.
Pencegahan
- Periksa fungsi tiroid pada lansia secara berkala.
- Konsumsi yodium dalam jumlah cukup (tidak berlebihan).
- Waspadai gejala tidak khas pada usia lanjut.
Layanan Terkait
Butuh Bantuan Perawatan di Rumah?
Tim Insan Medika siap membantu Anda memahami kebutuhan perawatan dan menyusun program yang tepat untuk keluarga Anda. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.
