Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, yaitu sekitar 20,4 juta orang dalam rentang usia 20–79 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Indonesia.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Kondisi ini tidak hanya perlu diperhatikan saat pasien menjalani pemeriksaan atau pengobatan, tetapi juga dalam kesehariannya di rumah. Oleh karena itu, perawatan pasien diabetes di rumah perlu dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut.
Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Pasien Diabetes di Rumah?
Perawatan pasien diabetes di rumah perlu dilakukan secara teratur agar pengelolaan kondisi pasien tetap berjalan dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
Menjaga Pola Makan
Pola makan menjadi salah satu hal penting dalam mengelola diabetes. Pasien perlu mendapatkan makanan dengan jenis dan porsi yang sesuai dengan kebutuhannya serta mengikuti anjuran makan dari tenaga kesehatan.
Mengikuti Pengobatan
Obat diabetes perlu dikonsumsi sesuai dosis dan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Hindari mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Memantau Gula Darah
Pemeriksaan gula darah perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hasilnya bisa digunakan untuk melihat kondisi gula darah pasien dan menjadi bahan evaluasi selama menjalani perawatan.
Tetap Melakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan diabetes. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan pasien dan kondisi kesehatannya, terutama jika pasien memiliki keterbatasan gerak.
Risiko yang Dapat Terjadi Saat Merawat Pasien Diabetes di Rumah
Diabetes yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh kadar gula darah, kondisi kesehatan, keteraturan pengobatan, serta faktor lainnya.
Gula Darah Terlalu Tinggi atau Rendah
Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah bisa menimbulkan keluhan yang berbeda. Saat gula darah terlalu rendah, pasien dapat merasa lemas, berkeringat, atau gemetar. Sementara itu, gula darah yang terlalu tinggi ditandai dengan rasa haus berlebihan, lebih sering buang air kecil, dan tubuh terasa lemah.
Luka pada Kaki
Kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan pada pasien diabetes. Gangguan saraf dan sirkulasi darah dapat membuat luka pada kaki sulit disadari dan lebih lama sembuh. Oleh karena itu, luka kecil sekalipun perlu diperhatikan dan dirawat dengan tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Gangguan pada Organ Tubuh
Diabetes yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi beberapa organ tubuh, termasuk ginjal, mata, jantung, dan pembuluh darah. Pemeriksaan kesehatan secara rutin diperlukan untuk memantau kondisi pasien dan membantu mendeteksi masalah sedini mungkin.
Tips agar Perawatan Pasien Diabetes di Rumah Lebih Mudah

Buat Jadwal Harian
Buat jadwal sederhana yang mencakup waktu makan, minum obat, pemeriksaan gula darah, aktivitas, dan kontrol kesehatan. Jadwal ini bisa ditempel di tempat yang mudah dilihat agar pasien dan keluarga dapat mengikuti rutinitas dengan lebih teratur.
Catat Kondisi Pasien
Catat hasil pemeriksaan gula darah, obat yang dikonsumsi, serta keluhan yang dirasakan pasien. Catatan tersebut bisa membantu melihat perubahan kondisi dari waktu ke waktu dan menjadi informasi saat pasien berkonsultasi dengan dokter.
Pertimbangkan Bantuan Profesional
Ketika kebutuhan pasien semakin banyak, keluarga tidak harus menangani seluruh perawatan seorang diri. Layanan home care bisa dipertimbangkan untuk pasien yang membutuhkan pendampingan di rumah, terutama jika keluarga memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi secara rutin.
Baca juga: Caregiver Lansia atau Perawat Home Care? Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Pilih
Perawatan Pasien Diabetes di Rumah Bersama Insan Medika
Insan Medika menyediakan layanan perawatan komplikasi ringan-sedang untuk membantu pasien diabetes menjalani kebutuhan perawatan di rumah. Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi pasien yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari maupun pendampingan selama menjalankan rutinitas perawatan sesuai kebutuhan.
Sebelum layanan dimulai, kondisi dan kebutuhan pasien akan dinilai melalui asesmen. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi Case Manager dan Medical Advisor untuk menentukan bentuk perawatan dan tenaga pendamping yang sesuai dengan kondisi pasien.
Perkembangan perawatan juga dapat dipantau melalui IMCIS™ (Insan Medika Care Intelligence System). Sistem berbasis AI dari Insan Medika ini mendokumentasikan kondisi dan aktivitas pasien setiap hari sehingga keluarga dapat lebih mudah mengikuti perkembangan pasien selama menjalani perawatan di rumah.






