Patah tulang yang sering terjadi pada lansia akibat jatuh atau osteoporosis, terutama di area pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Pemulihan memerlukan imobilisasi, pencegahan komplikasi bedrest, dan rehabilitasi bertahap.
Penyebab
- Jatuh, terutama di kamar mandi atau saat berjalan.
- Tulang yang rapuh akibat osteoporosis.
- Benturan ringan yang pada lansia sudah cukup menyebabkan patah.
Faktor Risiko
- Osteoporosis dan usia lanjut.
- Gangguan keseimbangan, penglihatan, dan kelemahan otot.
- Lingkungan rumah yang licin atau kurang penerangan.
Gejala
- Nyeri hebat pada area yang patah, terutama pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.
- Bengkak, memar, dan perubahan bentuk pada area cedera.
- Tidak mampu menahan beban atau menggerakkan bagian tubuh tersebut.
Kapan ke Dokter
Segera ke fasilitas kesehatan setelah lansia terjatuh dan mengeluh nyeri hebat, tidak bisa berdiri/berjalan, atau ada perubahan bentuk anggota tubuh — penanganan cepat penting untuk mencegah komplikasi.
Diagnosis
- Pemeriksaan fisik pada area cedera.
- Rontgen untuk memastikan lokasi dan jenis patah tulang.
- CT atau MRI pada kasus tertentu.
Pengobatan
- Imobilisasi dengan gips atau pembidaian, atau tindakan bedah bila perlu.
- Manajemen nyeri dan pencegahan komplikasi tirah baring.
- Rehabilitasi dan fisioterapi bertahap untuk memulihkan mobilitas.
Pencegahan
- Cegah jatuh: rumah bebas hambatan, penerangan cukup, dan pegangan di kamar mandi.
- Tangani osteoporosis dengan kalsium, vitamin D, dan obat sesuai anjuran.
- Gunakan alat bantu jalan dan latihan keseimbangan.
Layanan Terkait
Butuh Bantuan Perawatan di Rumah?
Tim Insan Medika siap membantu Anda memahami kebutuhan perawatan dan menyusun program yang tepat untuk keluarga Anda. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.
