Sindrom kerentaan pada lansia yang ditandai dengan penurunan berat badan, kelelahan, kelemahan otot, lambatnya gerakan, dan penurunan aktivitas fisik. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan terhadap komplikasi kesehatan.
Penyebab
- Penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan.
- Akumulasi penyakit kronis dan penurunan cadangan tubuh.
- Malnutrisi, sarcopenia, dan kurang aktivitas fisik.
Faktor Risiko
- Usia sangat lanjut dan hidup sendiri tanpa dukungan.
- Penyakit kronis ganda dan penggunaan banyak obat.
- Gangguan kognitif, depresi, dan isolasi sosial.
Gejala
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas dan kelelahan terus-menerus.
- Kelemahan otot serta gerakan dan jalan yang melambat.
- Penurunan aktivitas fisik sehari-hari.
Kapan ke Dokter
Periksakan ke dokter bila lansia mengalami penurunan berat badan, kelelahan, dan kelemahan yang menetap, atau makin sering jatuh dan sakit, agar dapat dilakukan penilaian geriatri menyeluruh.
Diagnosis
- Penilaian kriteria kerentaan (berat badan, kelelahan, kekuatan, kecepatan jalan, aktivitas).
- Asesmen geriatri komprehensif terhadap fisik, mental, dan sosial.
- Evaluasi status gizi dan penyakit penyerta.
Penanganan
- Program latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan keseimbangan.
- Perbaikan gizi dan penanganan penyakit penyerta.
- Pendampingan harian serta dukungan sosial dan emosional.
Pencegahan
- Tetap aktif secara fisik dan jaga kekuatan otot.
- Penuhi asupan gizi dan protein yang cukup.
- Kelola penyakit kronis dan pertahankan keterlibatan sosial.
Layanan Terkait
Butuh Bantuan Perawatan di Rumah?
Tim Insan Medika siap membantu Anda memahami kebutuhan perawatan dan menyusun program yang tepat untuk keluarga Anda. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.
