Menjadi pendamping pasien stroke di rumah membuat keluarga perlu menyesuaikan banyak hal dalam keseharian. Hal-hal yang terlihat sederhana, seperti membantu pasien bangun dari tempat tidur, menyiapkan makan, atau mengubah posisi tubuh, dapat menjadi rutinitas baru yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih.
Kebutuhan setiap pasien stroke pun tidak selalu sama. Ada yang masih bisa melakukan beberapa aktivitas sendiri, sementara lainnya membutuhkan bantuan hampir sepanjang hari. Kondisi tersebut membuat keluarga perlu memahami cara memberikan bantuan yang sesuai, terutama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan di rumah.
Mengapa Perawatan Pasien Stroke Tidak Boleh Sembarangan?
Stroke dapat menyebabkan pasien mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada sebagian tubuh. Kondisi tersebut membuat gerakan sederhana yang sebelumnya mudah dilakukan menjadi sulit dan membutuhkan bantuan orang lain.
Cara membantu pasien pun perlu diperhatikan. Misalnya, saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi, posisi tubuh, dan cara mengangkat perlu dilakukan dengan tepat. Jika dilakukan sembarangan, pasien maupun orang yang membantu dapat mengalami cedera.
Oleh karena itu, perawatan pasien stroke perlu dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Pendamping juga perlu mengetahui batas kemampuan pasien agar bantuan yang diberikan tetap aman.
Risiko yang Perlu Diperhatikan Saat Merawat Pasien Stroke

Risiko Jatuh
Kelemahan otot dan gangguan keseimbangan dapat membuat pasien sulit berdiri, berjalan, atau berpindah tempat. Meminta pasien bergerak sendiri ketika kondisinya belum stabil dapat meningkatkan risiko terjatuh.
Luka Tekan
Pasien yang lebih banyak berbaring di tempat tidur berisiko mengalami luka tekan (dekubitus). Kondisi ini dapat muncul ketika bagian tubuh tertentu terus mendapatkan tekanan dalam waktu lama.
Baca juga: Perawatan Luka Dekubitus di Rumah: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Kekakuan Otot dan Sendi
Kurangnya pergerakan dalam waktu lama dapat membuat otot dan sendi menjadi kaku. Mobilisasi perlu dilakukan sesuai kemampuan pasien dan anjuran tenaga kesehatan.
Kesulitan Menjalani Aktivitas
Makan, mandi, berpakaian, hingga menggunakan toilet dapat menjadi aktivitas yang sulit dilakukan sendiri. Pasien mungkin membutuhkan bantuan untuk sebagian atau bahkan seluruh aktivitas tersebut.
Tips Perawatan Pasien Stroke di Rumah
Perawatan di rumah perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Beberapa hal berikut dapat diperhatikan saat merawat pasien stroke di rumah.
Pahami Kondisi dan Kebutuhan Pasien
Setiap pasien stroke memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Kenali kemampuan pasien dalam bergerak, berkomunikasi, makan, maupun melakukan aktivitas sehari-hari agar bantuan yang diberikan tidak berlebihan maupun kurang.
Pantau Kondisi Pasien Secara Rutin
Perhatikan perubahan kondisi pasien selama menjalani perawatan di rumah. Pemantauan dapat mencakup tanda vital, seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan pernapasan, sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Ikuti Jadwal Obat dan Terapi
Dukung pasien mengikuti jadwal minum obat dan terapi yang sudah ditentukan oleh dokter atau tenaga kesehatan. Menjalankan pengobatan dan terapi secara teratur dapat mendukung proses pemulihan pasien agar lebih optimal.
Ciptakan Lingkungan Rumah yang Aman
Atur area rumah agar pasien lebih mudah bergerak dan tidak mudah tersandung atau terjatuh. Pastikan lantai tidak licin, pencahayaan cukup, dan barang-barang yang sering digunakan pasien mudah dijangkau.
Beri Dukungan Emosional
Perubahan kemampuan setelah stroke dapat membuat pasien merasa sedih, frustasi, atau kehilangan kepercayaan diri. Luangkan waktu untuk berbicara dan menemani pasien agar mereka tetap merasa didukung selama menjalani proses pemulihan.
Bantu Aktivitas Sehari-hari
Bantu pasien saat melakukan aktivitas yang belum mampu dilakukan sendiri, seperti mandi, makan, berpakaian, atau berpindah tempat. Namun, beri kesempatan kepada pasien untuk melakukan aktivitas yang masih bisa dikerjakan sendiri.
Pastikan Kebutuhan Nutrisi Terpenuhi
Perhatikan makanan dan minuman yang diberikan agar sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Jika pasien mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan bentuk makanan yang sesuai.
Kapan Pasien Stroke Membutuhkan Pendamping?
Pasien stroke umumnya membutuhkan pendamping ketika keterbatasan yang dialami membuat mereka sulit melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman atau membutuhkan pemantauan rutin. Beberapa kondisi yang menunjukkan pasien membutuhkan pendamping, antara lain:
- Sulit bergerak atau berpindah tempat.
- Membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari.
- Mengalami gangguan menelan atau mudah tersedak.
- Lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.
- Menggunakan NGT, kateter, atau alat medis lainnya.
- Keluarga tidak dapat mendampingi sepanjang hari.
Baca juga: 5 Tips Merawat Pasien Stroke yang Sulit Bergerak di Rumah
Pendamping Pasien Stroke di Rumah Bersama Insan Medika
Memilih pendamping stroke di rumah tentu tidak cukup hanya dengan mencari orang yang bisa menemani di rumah. Kondisi pasien perlu dipahami terlebih dahulu karena setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda.
Melalui layanan pendamping bagi pasien stroke, Insan Medika terlebih dahulu melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan tingkat ketergantungan pasien. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar bagi Case Manager dan Medical Advisor dalam menyusun Care Plan dan menentukan caregiver yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Selama pendampingan berlangsung, aktivitas dan perkembangan kondisi pasien juga dapat dipantau melalui IMCIS™ (Insan Medika Care Intelligence System). Melalui sistem ini, keluarga dapat mengikuti proses perawatan secara menyeluruh meskipun tidak selalu dapat mendampingi di rumah.




