6 Pengaruh Cuaca Terhadap Kesehatan dan Perilaku

Perubahan iklim ternyata tak lagi berdampak hanya pada lingkungan. Kondisi cuaca dan temperatur ternyata juga berpengaruh besar terhadap fisik dan mental seseorang. Artinya, perubahan cuaca ekstrim yang belakangan kerap terjadi juga dapat berdampak langsung terhadap manusia.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, ada 7 hal yang dapat digunakan untuk mendeteksi bahwa temperatur lingkungan dapat memengaruhi keseluruhan perilaku dan sikap manusia.

1. Temperatur sejuk dapat membantu tidur.

Related image

http://community.parkview.com/blog

Bunga tidur yang indah biasanya terjadi pada lingkungan yang sejuk. Menurut Natalie Dautovich dari National Sleep Foundation, temperatur ideal untuk tidur adalah sekitar 15,5-18 derajat celsius. Hal itu dikarenakan ketika suhu tubuh turun saat itu otak bersiap untuk tidur. Kebalikannya, udara yang panas dan iklim yang lembab dapat mengganggu kualitas tidur.

2. Hari yang cerah sangat meningkatkan suasana hati.

Related image

http://antiketombe.clear.co.id/whats-fresh

Meski tak memberikan dampak yang besar, namun cuaca yang cerah dapat memberikan psikologis yang lebih bahagia. Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Michigan menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu setidaknya setengah jam di luar ruang, dengan kondisi cuaca yang menyenangkan, tampak memiliki mood bahagia sepanjang hari. 

3. Musim salju dapat memengaruhi kesehatan mental.

Related image

http://doctors.am/en/How-Much-Cold-Can-The-Human-Body-Handle

Masalah kesehatan mental yang berhubungan dengan depresi, paling sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin, ketika hari lebih pendek dan lebih gelap. "Bagi orang yang menyadari adanya pola rutin yang dia rasakan seperti merasa sedih, cemas, dan mood yang tidak stabil, sebaiknya bertemu dengan dokter untuk mendiagnosa hal itu," ujar Profesor Psikiatri Pusat Depresi di Universitas Michigan, Michelle Riba, kepada Huffington Post.

4. Cuaca panas yang berlebih dapat memicu risiko sakit jantung.

Related image

http://www.ahchealthenews.com/2015

Temperatur udara yang meningkat dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Kedua, jika seseorang mengalami dehidrasi dan terpapar serangan panas yang cukup tinggi maka dapat berpotensi memicu kerusakan otak. Hal itu dapat dipastikan berpengaruh juga pada perilaku.

5. Tempat hangat dapat membuat seorang lebih kreatif

Related image

http://ciricara.com/2014/03/21/

Riset yang dilakukan Universitas Michigan mengatakan berada di luar ruang pada saat musim semi berpengaruh dalam meningkatkan pikiran-pikiran kreatif. "Berada di luar dengan udara yang menyegarkan dapat menawarkan penyegaran otak," kata salah satu periset, Matthew Keller. 

6. Musim dingin adalah musim rentan sakit.

Related image

https://www.georgeherald.com/news

Walau flu dapat menyerang kapan saja di sepanjang tahun, namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang pasti sakit pada musim dingin. Riset menemukan bahwa sistem imun manusia menjadi rentan pada saat masa pancaroba, perubahan dari musim panas ke musim dingin. Selain itu, pada musim dingin, tak hanya manusia yang terperangkap di dalam rumah, namun bakteri-bakteri di dalam tubuh juga demikian.

Untuk memiliki layanan home care kesehatan, Anda dapat kunjungi website kami dan Anda juga bisa mengandalkan aplikasi Insan Medika yang dapat diunduh di Google Play. Insan Medika adalah perusahaan agency perawat home care terpercaya di Indonesia. Menghadirkan layanan medis dengan pemasangan alat yang didukung oleh staff perawat profesional dan layanan non medis untuk perawatan lansia.

Tag: articles

Akmelia