Perubahan Perilaku pada Lansia Pikun: Bagaimana Cara Menghadapinya?

Oleh Aurel
Direview oleh Dokter
22 Juli 2026
4 menit baca Menit Baca
Perubahan Perilaku pada Lansia Pikun: Bagaimana Cara Menghadapinya?

Merawat orang tua yang mulai pikun sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Selain mudah lupa, lansia juga dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti mudah marah, sering mengulang pertanyaan yang sama, merasa curiga, atau tiba-tiba kebingungan. Kondisi ini tidak jarang membuat keluarga bingung menentukan cara terbaik untuk menyikapinya.

Perubahan perilaku tersebut bukan berarti lansia sengaja bersikap demikian. Dalam banyak kasus, perubahan ini berkaitan dengan penurunan fungsi otak yang memengaruhi cara mereka berpikir, mengingat, dan merespons lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu, keluarga perlu memahami cara menghadapi perubahan perilaku pada lansia pikun di rumah agar mereka tetap merasa aman dan dihargai.

Pikun pada Lansia, Apakah Normal?

Tidak semua kondisi pikun pada lansia menandakan penyakit serius. Sebagian lansia mungkin hanya mengalami penurunan daya ingat ringan, misalnya sesekali lupa meletakkan barang atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat nama seseorang. Kondisi ini umumnya masih termasuk bagian dari proses penuaan.

Namun, jika penurunan daya ingat terjadi semakin sering hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan kognitif. Pada sebagian orang, gangguan ini dapat berkembang menjadi demensia, termasuk Alzheimer, yang memengaruhi kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan menjalani aktivitas secara mandiri.

Baca juga: Orang Tua Alami Demensia? Ini Tips Merawatnya agar Tetap Aman dan Nyaman di Rumah

Tahapan Penurunan Daya Ingat pada Lansia

Tahap Awal

Pada tahap awal, perubahan yang terjadi masih tergolong ringan dan belum banyak mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa tanda yang muncul meliputi:

  • Mudah lupa meletakkan barang atau lupa terhadap janji
  • Mulai kesulitan melakukan aktivitas yang biasanya mudah dilakukan
  • Sering mengulang aktivitas yang sama tanpa disadari
  • Tersasar di tempat yang sebelumnya sudah sering dikunjungi

Tahap Menengah

Ketika memasuki tahap ini, gangguan kognitif mulai terlihat dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari lansia. Kondisi yang dialami antara lain:

  • Kesulitan melakukan aktivitas dasar, seperti berpakaian, makan, atau mandi
  • Sering lupa nama anggota keluarga dan orang terdekat
  • Mudah lupa terhadap informasi yang baru diketahui
  • Sering bingung terhadap waktu dan tempat
  • Lebih mudah marah, cemas, atau curiga tanpa alasan yang jelas

Tahap Akhir

Pada tahap akhir, kemampuan berpikir dan mengingat telah mengalami penurunan yang cukup berat. Kondisi ini umumnya ditemukan pada pasien demensia, termasuk Alzheimer stadium lanjut. Gejala yang muncul adalah sebagai berikut: 

  • Tidak mengenali anggota keluarga dan orang terdekat
  • Tidak mampu berjalan atau duduk tanpa bantuan
  • Tidak bisa memahami atau menggunakan bahasa

Perubahan Perilaku yang Sering Dialami Lansia Pikun

Selain memengaruhi daya ingat, penurunan fungsi kognitif juga dapat menyebabkan perubahan perilaku. Beberapa perubahan yang sering dialami antara lain:

Lebih Mudah Marah atau Tersinggung

Lansia dapat merasa frustasi karena sulit mengingat atau memahami situasi di sekitarnya. Hal ini membuat mereka lebih mudah tersinggung dibandingkan sebelumnya.

Sering Mengulang Pertanyaan atau Cerita

Mengulang pertanyaan yang sama bukan berarti lansia tidak memerhatikan lawan bicara, tetapi karena mereka tidak lagi mengingat bahwa pertanyaan tersebut sudah pernah disampaikan.

Lebih Pendiam dan Menarik Diri

Sebagian lansia memilih mengurangi interaksi karena merasa kesulitan mengikuti percakapan atau takut melakukan kesalahan.

Mudah Bingung terhadap Lingkungan Sekitar

Lansia dapat merasa bingung terhadap waktu, tempat, atau urutan kegiatan yang sebelumnya pernah menjadi kebiasaan.

Cara Menghadapi Perubahan Perilaku Lansia di Rumah

perawatan lansia pikun di rumah

Menghadapi perubahan perilaku pada lansia memerlukan kesabaran dan pemahaman. Pendekatan yang tepat dapat membantu lansia merasa lebih tenang sekaligus mengurangi stres bagi keluarga.

Hindari Menyalahkan atau Memarahi

Ketika lansia lupa atau mengulang pertanyaan, usahakan untuk tetap merespons dengan tenang. Memarahi atau menyalahkan justru dapat membuat mereka merasa cemas dan kehilangan rasa percaya diri.

Gunakan Cara Berkomunikasi yang Sederhana

Sampaikan informasi menggunakan kalimat yang singkat dan jelas. Berikan waktu kepada lansia untuk memahami pertanyaan dan menyampaikan jawabannya tanpa terburu-buru.

Pertahankan Rutinitas Harian

Jadwal yang teratur dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan mengurangi kebingungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Ajak Lansia Tetap Beraktivitas

Melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan santai, berkebun, atau membaca buku dapat membantu menjaga fungsi otak sekaligus meningkatkan suasana hati.

Berikan Dukungan Emosional

Luangkan waktu untuk mengajak lansia berbincang, mendengarkan cerita, atau sekadar menemani beraktivitas. Perhatian ini membuat mereka merasa lebih tenang, dihargai, dan tidak sendirian.

Kapan Keluarga Perlu Berkonsultasi?

Keluarga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila penurunan daya ingat semakin sering terjadi, mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai perubahan perilaku yang cukup drastis. Penanganan sejak dini membantu menentukan penyebab keluhan sekaligus memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi lansia.

Dalam kondisi tertentu, keluarga juga dapat mempertimbangkan pendampingan di rumah apabila lansia mulai membutuhkan bantuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari atau tidak dapat ditinggal sendiri dalam waktu yang lama.

Insan Medika Siap Mendampingi Perawatan Lansia Pikun di Rumah

Butuh bantuan untuk merawat lansia yang mengalami pikun di rumah? Insan Medika siap mendampingi melalui layanan perawatan lansia di rumah. Caregiver kami telah menjalani pelatihan dan memberikan pendampingan berdasarkan Care Plan yang disusun oleh Case Manager dan Medical Advisor sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lansia.

Didukung oleh IMCIS™ (Insan Medika Care Intelligence System), aktivitas dan perkembangan kondisi lansia terdokumentasi setiap hari sehingga keluarga dapat memantau proses pendampingan dengan lebih mudah dan merasa lebih tenang.

Butuh Layanan Home Care?

Konsultasikan kebutuhan perawatan Anda dengan tim medis kami secara gratis.

Mulai Konsultasi

Copyright © 2026 PT Insan Medika Persada. All rights reserved.