Jatuh sekali mungkin dianggap sebagai kejadian yang tidak disengaja. Namun, ketika lansia mulai beberapa kali terjatuh dalam waktu tertentu, keluarga biasanya mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Bisa jadi lansia sudah tidak sekuat sebelumnya, keseimbangannya menurun, atau ada aktivitas tertentu yang ternyata sulit dilakukan dengan aman.
Setelah pernah jatuh, lansia juga sering menjadi lebih berhati-hati saat bergerak. Ada yang memilih lebih banyak duduk atau berbaring karena takut jatuh lagi. Padahal, semakin sedikit bergerak, kemampuan tubuh bisa ikut menurun. Karena itu, lansia yang sering jatuh membutuhkan perhatian lebih dalam menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.
Mengapa Lansia Bisa Jatuh Berulang?

Jatuh pada lansia dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Penurunan kekuatan otot dan keseimbangan menjadi salah satunya. Gangguan penglihatan, penggunaan obat tertentu, atau kesulitan berjalan juga dapat meningkatkan risiko jatuh.
Kondisi rumah ikut berpengaruh. Lantai licin, pencahayaan yang kurang, karpet yang mudah bergeser, atau barang yang menghalangi jalan dapat membuat lansia lebih mudah kehilangan keseimbangan.
Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, keluarga sebaiknya tidak hanya berfokus pada kejadian jatuhnya. Yang perlu dicari tahu adalah mengapa lansia sampai jatuh dan dalam situasi seperti apa kejadian tersebut biasanya terjadi.
Baca juga: Pendamping Lansia 24 Jam
Aktivitas yang Perlu Lebih Diperhatikan
Tidak semua aktivitas harus dibatasi setelah lansia mengalami jatuh. Justru, lansia tetap perlu bergerak sesuai kemampuan agar tidak semakin kehilangan kekuatan.
Namun, beberapa aktivitas mungkin membutuhkan pendampingan, terutama jika dilakukan tanpa pegangan atau membutuhkan perubahan posisi tubuh.
Contohnya:
- bangun dari tempat tidur;
- berjalan menuju kamar mandi;
- naik atau turun tangga;
- mandi;
- berpindah dari kursi ke tempat tidur;
- mengambil barang di tempat yang sulit dijangkau;
- berjalan di area rumah yang kurang familiar.
Pendamping dapat membantu ketika lansia membutuhkan dukungan, sekaligus memastikan aktivitas dilakukan dengan cara yang lebih aman.
Menata Rumah untuk Mengurangi Risiko Jatuh
Perubahan kecil di rumah dapat membantu mengurangi risiko lansia tersandung atau kehilangan keseimbangan.
Jalur yang sering dilewati lansia sebaiknya tidak dipenuhi barang. Karpet yang mudah bergeser dapat dipindahkan, pencahayaan di kamar dan kamar mandi perlu cukup, dan barang yang sering digunakan sebaiknya diletakkan pada tempat yang mudah dijangkau.
Kamar mandi juga perlu mendapat perhatian khusus karena lantai yang basah dapat menjadi licin. Jika diperlukan, keluarga dapat mempertimbangkan pegangan atau perlengkapan lain yang membantu lansia ketika mandi dan menggunakan toilet.
Penataan rumah tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia. Rumah yang aman bagi satu orang belum tentu memiliki kebutuhan yang sama untuk lansia lainnya.
Setelah Jatuh, Lansia Sering Takut Bergerak Lagi
Rasa takut jatuh kembali dapat membuat lansia mengurangi aktivitas. Lansia mungkin memilih duduk lebih lama, meminta bantuan untuk aktivitas yang sebelumnya bisa dilakukan sendiri, atau bahkan enggan berjalan meskipun sebenarnya masih mampu.
Kekhawatiran tersebut perlu dipahami, tetapi bukan berarti lansia harus berhenti bergerak.
Pendamping dapat membantu lansia melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuannya. Dengan begitu, lansia tetap memiliki kesempatan untuk bergerak tanpa merasa harus menghadapi aktivitas tersebut sendirian.
Jika lansia mengalami perubahan kemampuan berjalan atau keseimbangan setelah jatuh, keluarga juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui bentuk latihan atau rehabilitasi yang sesuai.
Peran Caregiver dalam Mendampingi Lansia yang Sering Jatuh
Caregiver dapat membantu lansia menjalani aktivitas sehari-hari ketika keluarga tidak dapat mendampingi sepanjang waktu.
Pendamping dapat menemani lansia ketika berjalan, membantu aktivitas personal, memperhatikan lingkungan sekitar, serta memberikan bantuan ketika lansia perlu berpindah tempat.
Kehadiran caregiver juga membuat keluarga tidak harus terus-menerus berada di samping lansia untuk memastikan aktivitas sehari-harinya tetap berjalan.
Namun, caregiver bukan pengganti keluarga. Keluarga tetap perlu mengetahui kondisi lansia dan terlibat dalam keputusan mengenai perawatan yang diberikan.
Baca juga: Apa Itu Caregiver? Tugas, Skill, dan Peran Pentingnya dalam Merawat Lansia
Kapan Lansia yang Sering Jatuh Membutuhkan Pendampingan?
Pendampingan dapat dipertimbangkan ketika lansia mulai membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari atau tidak lagi aman beraktivitas sendiri.
Misalnya, lansia sering kehilangan keseimbangan ketika berjalan, membutuhkan bantuan menuju kamar mandi, pernah jatuh beberapa kali, atau merasa takut berjalan tanpa ditemani.
Pendampingan juga dapat membantu ketika keluarga tidak dapat berada di rumah sepanjang hari. Dengan adanya caregiver, lansia tetap memiliki seseorang yang dapat membantu ketika membutuhkan bantuan untuk bergerak atau melakukan aktivitas tertentu.
Layanan Perawatan Lansia Jatuh Berulang dari Insan Medika
Insan Medika menyediakan layanan home care yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lansia di rumah.
| Layanan | Dukungan yang Diberikan |
| Caregiver Pasien | Mendampingi aktivitas sehari-hari, membantu mobilisasi, dan menemani lansia saat melakukan aktivitas di rumah. |
| Perawat | Memberikan pendampingan dan pelayanan keperawatan sesuai kondisi lansia. |
| Terapi & Rehabilitasi | Membantu latihan dan rehabilitasi sesuai kebutuhan serta kemampuan lansia. |
| Panggil Dokter | Memudahkan keluarga mendapatkan konsultasi atau pemeriksaan dokter di rumah bila diperlukan. |
Kebutuhan setiap lansia tidak sama. Karena itu, jenis layanan dan bentuk pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi lansia setelah kebutuhan perawatannya diketahui.
Baca juga: Rekomendasi Caregiver dengan Layanan Terbaik di Jakarta – Insan Medika
Pendampingan Lansia yang Disesuaikan dengan Risiko Jatuh

Lansia yang pernah jatuh membutuhkan perhatian lebih, terutama jika kemampuan bergeraknya sudah berubah. Pendampingan yang diberikan juga perlu mengikuti perkembangan tersebut.
Insan Medika menerapkan Program-Based Structured Home Care yang mencakup asesmen kebutuhan, penyusunan rencana perawatan, pelaksanaan layanan, monitoring, dan evaluasi.
Pendekatan ini didukung oleh IMCIS™ (Insan Medika Care Intelligence System) untuk membantu koordinasi dan pemantauan layanan selama perawatan berlangsung.
Dengan pendampingan yang terarah, keluarga dapat membantu lansia tetap beraktivitas sesuai kemampuannya sekaligus memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko jatuh di rumah.
FAQ Perawatan Lansia Jatuh Berulang
Mengapa lansia sering jatuh?
Jatuh berulang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penurunan kekuatan dan keseimbangan, gangguan penglihatan, kesulitan berjalan, penggunaan obat tertentu, maupun kondisi lingkungan rumah.
Apakah lansia yang pernah jatuh harus banyak beristirahat?
Tidak selalu. Lansia tetap perlu bergerak sesuai kemampuan. Namun, aktivitas yang berisiko sebaiknya dilakukan dengan pendampingan atau penyesuaian yang sesuai.
Bagaimana cara mengurangi risiko jatuh pada lansia di rumah?
Keluarga dapat menjaga agar area berjalan tidak terhalang barang, memastikan pencahayaan cukup, memperhatikan kondisi lantai, serta menyediakan bantuan atau pegangan pada area yang memang dibutuhkan.
Apakah caregiver bisa mendampingi lansia yang sering jatuh?
Bisa. Caregiver dapat membantu aktivitas sehari-hari dan mendampingi lansia ketika berjalan atau berpindah tempat sesuai kemampuan dan kebutuhannya.
Kapan lansia perlu mendapatkan pemeriksaan setelah jatuh?
Jika setelah jatuh lansia mengalami nyeri, cedera, kehilangan kesadaran, kebingungan, kesulitan bergerak, atau perubahan kondisi lainnya, keluarga sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.






