Kejang merupakan kondisi yang sering membuat keluarga panik, terutama jika terjadi secara tiba-tiba di rumah. Pasien bisa mengalami gerakan tubuh tidak terkendali, kehilangan kesadaran, hingga kesulitan bernapas untuk beberapa saat. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa menimbulkan risiko cedera atau komplikasi lain.
Melansir dari Mayo Clinic, kejang terjadi akibat aktivitas yang tidak normal di otak sehingga memicu gerakan tubuh yang tidak terkendali, perubahan kesadaran, atau gangguan perilaku sementara. Kejang dapat terjadi pada berbagai kondisi medis seperti epilepsi, stroke, cedera otak, infeksi otak, atau demam tinggi.
Karena kejang bisa terjadi kapan saja, penting bagi keluarga untuk memahami apa yang harus dilakukan jika pasien mengalami kejang di rumah. Pertolongan pertama yang tepat dapat membantu mencegah cedera sekaligus memastikan pasien tetap aman sampai kondisi kembali stabil.
Mengapa Kejang Bisa Terjadi?

Kejang dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis yang memengaruhi fungsi otak. Mengutip Cleveland Clinic, gangguan pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan aktivitas listrik otak menjadi tidak stabil sehingga memicu kejang.
Beberapa penyebab umum kejang antara lain:
- Epilepsi
- Stroke
- Cedera kepala
- Infeksi otak
- Tumor otak
- Demam tinggi pada anak
- Gangguan metabolik tertentu
Pada beberapa pasien, kejang juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari penyakit kronis atau kondisi neurologis tertentu.
Tanda-Tanda Pasien Mengalami Kejang
Kejang tidak selalu terlihat sama pada setiap orang. Namun ada beberapa tanda umum yang sering muncul saat seseorang mengalami kejang.
Beberapa gejala yang perlu dikenali antara lain:
- Tubuh kejang atau bergerak tidak terkendali
- Kehilangan kesadaran
- Mata terbalik atau menatap kosong
- Otot menjadi kaku
- Napas tidak teratur
- Pasien tampak bingung setelah kejang berhenti
Gejala ini biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah kejang selesai, pasien sering mengalami kelelahan atau kebingungan sementara.
Baca juga: 7 Tanda Lansia Tidak Aman Tinggal Sendiri di Rumah
Pertolongan Pertama Jika Pasien Kejang di Rumah

Saat melihat pasien mengalami kejang, hal terpenting adalah tetap tenang dan memastikan lingkungan sekitar aman. Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
1. Posisikan Pasien di Tempat yang Aman
Segera baringkan pasien di tempat yang aman dan datar untuk mencegah cedera. Jauhkan benda keras atau tajam di sekitar pasien agar tidak melukai tubuhnya saat kejang terjadi.
Jika memungkinkan, miringkan tubuh pasien ke salah satu sisi untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka.
2. Jangan Menahan Gerakan Kejang
Saat kejang terjadi, tubuh pasien akan bergerak secara refleks. Hindari menahan atau mengunci tubuh pasien karena dapat menyebabkan cedera pada otot atau sendi.
Biarkan kejang berlangsung secara alami sambil memastikan pasien tetap berada di tempat yang aman.
3. Jangan Memasukkan Benda ke Dalam Mulut
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memasukkan sendok, kain, atau benda lain ke dalam mulut pasien. Tindakan ini justru dapat menyebabkan cedera pada gigi atau saluran napas.
Menurut Epilepsy Foundation, pasien tidak akan menelan lidahnya saat kejang sehingga memasukkan benda ke dalam mulut tidak diperlukan.
4. Perhatikan Durasi Kejang
Catat berapa lama kejang berlangsung. Informasi ini penting bagi tenaga medis untuk menentukan kondisi pasien.
Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit atau terjadi berulang kali tanpa sadar kembali, pasien perlu segera mendapatkan penanganan medis.
5. Tetap Dampingi Pasien Setelah Kejang Berhenti
Setelah kejang selesai, pasien biasanya merasa lelah, bingung, atau mengantuk. Dampingi pasien sampai kondisinya benar-benar stabil.
Pastikan pasien dapat bernapas dengan baik dan tidak mengalami cedera selama kejang berlangsung.
Kapan Pasien Kejang Harus Segera Mendapatkan Bantuan Medis?
Tidak semua kejang memerlukan penanganan darurat. Namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan pasien segera mendapatkan bantuan medis.
Segera hubungi tenaga kesehatan jika:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang terjadi berulang dalam waktu singkat
- Pasien tidak sadar setelah kejang berhenti
- Pasien mengalami kesulitan bernapas
- Kejang terjadi pada pasien yang belum pernah mengalami kejang sebelumnya
Penanganan medis yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca juga: Rekomendasi Caregiver dengan Layanan Terbaik di Jakarta – Insan Medika
Peran Perawat Home Care dalam Penanganan Pasien Kejang
Pasien yang memiliki riwayat kejang atau penyakit neurologis sering membutuhkan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin. Perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kejang berulang serta memastikan kondisi pasien tetap stabil.
Perawat home care dapat membantu keluarga dalam beberapa hal seperti:
- Memantau kondisi kesehatan pasien
- Mengawasi pemberian obat sesuai anjuran dokter
- Memberikan edukasi kepada keluarga tentang penanganan kejang
- Membantu perawatan pasien dengan kondisi neurologis
Dengan pendampingan tenaga kesehatan profesional, keluarga dapat merasa lebih tenang karena pasien mendapatkan pemantauan yang tepat.
FAQ Seputar Kejang pada Pasien di Rumah
Apakah semua kejang berbahaya?
Tidak semua kejang berbahaya, terutama jika berlangsung singkat dan pasien memiliki riwayat epilepsi yang sudah terkontrol. Namun kejang tetap perlu dipantau karena dapat menimbulkan risiko cedera.
Apa yang harus dilakukan setelah pasien mengalami kejang?
Setelah kejang berhenti, pastikan pasien berada dalam posisi yang nyaman dan dapat bernapas dengan baik. Dampingi pasien sampai kesadarannya kembali normal.
Apakah pasien dengan riwayat kejang bisa dirawat di rumah?
Ya, banyak pasien dengan riwayat kejang yang dapat dirawat di rumah selama mendapatkan pemantauan yang baik serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.
Butuh Pendampingan Medis untuk Pasien di Rumah? Insan Medika Siap Membantu
Merawat pasien dengan riwayat kejang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam memantau kondisi kesehatan dan memastikan terapi berjalan dengan baik. Tanpa pemantauan yang tepat, risiko kejang berulang dapat meningkat dan membahayakan keselamatan pasien.
Insan Medika menyediakan layanan perawat home care profesional yang siap membantu perawatan pasien di rumah, termasuk pemantauan kondisi neurologis, pengelolaan obat, hingga pendampingan aktivitas sehari-hari. Dengan dukungan tenaga kesehatan berpengalaman, keluarga dapat merasa lebih tenang karena pasien mendapatkan perawatan yang aman dan tepat.













