Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menggelar pembahasan Panduan Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Pembelajaran Berbasis Projek (PBL) dengan Keahlian Khusus Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 18–20 Februari 2026 di Ibis Styles Serpong BSD City.
Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu lulusan melalui program “SMK Bermutu untuk Indonesia”. Direktorat SMK menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan panduan pelaksanaan sebelum program dijalankan.
Forum tersebut dihadiri oleh unsur industri, akademisi, serta pemangku kepentingan vokasi, antara lain:
- PT Insan Medika
- Yamaha Marine
- PT Nuanza Porselen Indonesia
- PT Jogja International Mandiri
- BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata (Bispar)
- BBPPMPV Seni dan Budaya (Senbud)
- Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
- Setditjen Vokasi PKPLK
- Tim Kerja PPSDM Vokasi Direktorat SMK

PT Insan Medika berpartisipasi sebagai mitra industri, khususnya pada bidang homecare dan penguatan kompetensi tenaga perawatan lansia.
Dalam pemaparannya, Direktorat SMK menyampaikan bahwa Program Banpem PBL Keahlian Khusus Tahun 2026 direncanakan menjangkau 300 SMK. Setiap sekolah akan menerima bantuan sebesar Rp100.000.000.
Program ini difokuskan pada pengembangan keahlian khusus dan langka yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, panduan operasional perlu memuat alur kegiatan yang jelas, pemanfaatan dana yang tepat, serta indikator output yang terukur.
Baca juga: Insan Medika Gelar Pelatihan PIP Mastery untuk Perkuat Mindset dan Pemahaman Kebutuhan Pelanggan
Pembahasan dilakukan melalui forum diskusi kelompok (FGD). Fokus utama diskusi adalah penguatan kemitraan antara SMK dan industri.
Beberapa poin yang dibahas meliputi identifikasi okupasi atau jabatan kerja melalui workshop bersama industri dan sekolah. Selain itu, dilakukan penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Industri juga dilibatkan dalam proses penilaian Pembelajaran Berbasis Projek (PBL). Dengan cara ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih aplikatif dan siap diterapkan di dunia kerja.
Peningkatan kompetensi guru menjadi perhatian penting. Salah satu usulan yang dibahas adalah program magang guru langsung ke industri agar materi ajar tetap relevan.
Forum turut membahas penyusunan perangkat pembelajaran, seperti modul ajar dan video pembelajaran. Di sisi lain, kriteria dan syarat SMK calon penerima bantuan diperjelas, termasuk prioritas bagi sekolah yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.
Dalam diskusi tersebut, Insan Medika memberikan masukan terkait kebutuhan kompetensi pada industri homecare. Masukan ini menekankan pentingnya keselarasan antara pembelajaran di sekolah dan praktik kerja di lapangan, khususnya dalam pelayanan perawatan lansia.

Keterlibatan industri diharapkan dapat memastikan output program benar-benar relevan dengan kebutuhan kerja. Program ini juga membuka peluang bagi lulusan untuk terserap oleh industri yang terlibat dalam proses pembelajaran.
Baca juga: Insan Medika Luncurkan Layanan Catering Sehat untuk Mendukung Perawatan Pasien di Rumah
Sebagai tindak lanjut, Direktorat SMK akan menyempurnakan Panduan Pelaksanaan berdasarkan hasil diskusi. Masukan dari industri dan balai akan dimasukkan ke dalam instrumen seleksi sebelum dokumen difinalisasi.
Setelah melalui proses review, tahapan berikutnya adalah penetapan dan seleksi SMK penerima bantuan. Melalui langkah ini, Program Banpem PBL Keahlian Khusus Tahun 2026 diharapkan berjalan lebih terarah, terukur, serta mampu memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan SDM yang selaras dengan kebutuhan industri.