Lima Tips Mengasuh dan Merawat Bayi 

Usia 0 hingga 2 tahun merupakan tahap penting untuk tumbuh kembang anak. Jika tak cermat mengasuh dan merawat bayi, pertumbuhan anak dapat terhambat.

Merawat dan mengasuh bayi merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Tak ada ilmu atau pendidikan resmi yang mengajarkan cara mengasuh dan merawat bayi.

Namun, tak perlu khawatir tips dan trik berikut ini bisa jadi pedoman dalam mengasuh dan merawat bayi.

1. Menyusui

Menurut Dokter Konselor Laktasi, Ameetha Drupadi menyusui merupakan fondasi penting dalam mengasuh dan merawat anak sebab akan membuat ikatan batin semakin erat. Ameetha menyarankan agar calon ibu dapat mempelajari cara menyusui yang baik dan menyenangkan.

"Ini supaya menyusui tidak meninggalkan rasa sakit atau trauma. Menyusui juga membuan hubungan batin antara ibu dan bayi kuat sehingga mengasuhnya lebih gampang," kata Amheeta kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

2. Waktu yang Berkualitas

Usia 0 hingga 2 tahun merupakan usia yang sangat membutuhkan perhatian dari orang tua. Di tengah kesibukan bekerja, Ameetha menyarankan para orang tua untuk memperbanyak waktu dengan anak.

"Ketika pulang kerja usahakan bersama anak, misalnya jam 7 hingga 9 malam harus quality time sama anak, tanpa gadget," tutur Ameetha.

3. Pendidikan untuk Bayi

Meski bayi belum dapat mengerti ucapan orang tua, mereka tetap harus mulai diperkenalkan dengan kehidupan. "Misalnya mau bekerja, bayi harus diberi tahu misalnya, 'Dek mama kerja dulu ya, nanti sama mbak atau eyang'. Itu harus diulang-ulang," ujar Ameeta yang bertugas di Rumah Sakit Mayapada itu. Sama halnya dengan mulai mengajarkan anak untuk belajar ke toilet sendiri. 

4. Harga Diri Bayi

Bayi juga harus diperkenalkan dengan harga diri. Menurut Ameetha, mengajarkan harga diri bisa dilakukan dengan cara selalu meminta izin kepada bayi misalnya saat pipis atau mengganti popok. Ameetha juga meminta orang tua agar bayi tak disentuh oleh banyak orang.

"Jadi harus selalu ngomong minta izin ke bayi itu pengajaran dari awal harga dirinya. Karena ini privasi, hanya untuk dia dan orang terdekatnya yang boleh tahu. Kalau pun ada pengasuh harus diberi tahu," ucap Ameetha.

5. Komunikasi

Komunikasi juga jadi hal yang penting untuk bayi walaupun mereka belum sepenuhnya memahami. Ameetha menganjurkan para orang tua untuk selalu menggunakan kata-kata yang positif. Bayi juga tak boleh dibohongi.

"Kurangi kata-kata negatif seperti jangan, tidak atau enggak. Tapi berikan kata yang membuat pilihan," kata Ameetha yang juga merupakan bagian tim dokter di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penggunaan kata negatif nantinya bakal membuat anak merasa dipaksa dan memunculkan truma. Selain itu, kata-kata tersebut justru membuat anak malah semakin penasaran.

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya