Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Lupus

Pernah dengar penyakit lupus? Memang sekilas penyakit ini tidak sepopuler kanker, diabetes, stroke, ataupun darah tinggi. Tapi, penyakit ini nyatanya tidak kalah serius dibanding penyakit yang sudah disebutkan tadi. Penyakit lupus atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang manusia. Meskipun cukup banyak diderita orang, pengetahuan tentang penyakit ini masih minim.

Penasaran? Ketahui semua fakta lupus dalam artikel ini.

Seberapa umum penyakit lupus di Indonesia?

Related image

https://kumparan.com

Melansir hellosehat bahwa di Indonesia, jumlah penderita penyakit lupus belum diketahui mendetil. Namun, menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI) yang dikutip dari Republika, jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada April 2013.

Fakta lupus yang harus Anda ketahui

Kebanyakan penderita lupus sangat sedikit yang menyadari jika menderita penyakit lupus. Selain karena gejalanya sulit untuk diketahui, gejala penyakit Lupus pun berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang dihasilkan serta organ yang terkena. Lantaran pengetahuan masyarakat terkait lupus masih minim, berikut ini beberapa fakta lupus yang harus Anda ketahui.

1. Lupus adalah penyakit kronis autoimun

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ. Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

2. 90 persen pasien lupus adalah wanita

Related image

https://www.viva.co.id

Penyakit ini paling sering menyerang wanita, bahkan wanita 10 kali berisiko mengalami lupus dibanding pria. Paling sering, lupus berkembang pada orang berusia 18 sampai 45 tahun. Meskipun lupus paling umum terjadi pada wanita, hal ini juga dapat mempengaruhi pria dan anak-anak, serta orang-orang dari segala usia. Selain itu, wanita hamil juga akan lebih rentan terkena lupus. Jika lupus terjadi saat hamil, hati-hati, kesehatan ibu dan janin bisa saja terganggu, terlebih apabila tidak ditangani dengan cepat.

3. Sulit didiagnosis

Ada tes laboratorium yang bisa membantu tim medis dalam mendiagnosis lupus, akan tetapi hasilnya tidak terlalu akurat. Itu sebabnya, untuk mendiagosis penyakit ini, dokter membutuhkan waktu yang lama. Dokter biasanya membuat diagnosis dari kombinasi gejala yang pasien alami berikut dengan riwayat kesehatan, keluarga dan tes laboratorium.  

4. Penyebab lupus belum bisa diketahui secara pasti

Related image

https://biosalud.org

Sama seperti gejala yang ditimbulkan, penyebab pasti penyakit lupus pun masih belum diketahui. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa faktor gen berperan penting, tetapi itu bukanlah satu-satunya. Misalnya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sinar matahari dan obat-obatan bisa juga memicu penyakit lupus.

5. Cenderung menyerang ras tertentu

Meskipun penyakit ini paling sering menyerang perempuan, namun ras tertentu memiliki peningkatan risiko lupus. Menurut Lupus Foundation of America, kasus lupus ditemukan hampir tiga kali lebih umum pada pada orang dengan ras Afrika-Amerika, Hispanik dan Asia dibanding orang-orang kulit putih (kaukasia).

Tag: articles

Akmelia