Bahaya Minum Miras Oplosan untuk Kesehatan 

Beberapa waktu lalu, miras oplosan menelan korban hingga 28 orang meninggal dunia. Korban tersebar di beberapa wilayah, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi. Meski belum ada detail minuman yang dikonsumsi korban, Polres Jakarta Timur menjelaskan bahwa korban mengonsumsi minuman berjenis ginseng.

"Lagi kita lakukan penyelidikan untuk asal minuman oplos itu dari mana," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra saat dikonfirmasi, Selasa (3/4).

Melihat kasus ini, Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam menuturkan bahwa miras oplosan berasal dari campuran beberapa jenis minuman beralkohol secara sembarangan.

Ari mengungkapkan, miras oplosan ini berbahaya karena tak diketahui berapa kandungan alkohol di dalamnya. Awalnya minuman hanya memiliki konsentrasi atau kandungan alkohol rendah. Namun saat dicampur, kandungan alkohol di dalamnya tak meningkat.

"Kalau bir mungkin tiga persen, wine bisa sekitar 20 persen. Ketika dioplos, kita enggak tahu konsentrasinya berapa, bisa 90 persen," kata kata Ari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).

"Semakin tinggi konsentrasinya, semakin berbahaya." 

Miras oplosan ini tak cuma dicampur dengan miras lainnya tapi juga dicampur dengan alkohol industri (metanol), obat herbal seperti obat kuat atau suplemen kesehatan, termasuk ginseng.

Bahaya Miras Oplosan

Ari menjelaskan minuman beralkohol perlu dihindari karena dapat membawa dampak kronis maupun akut. Dampak kronis misalnya iritasi pada lambung, kemudian timbul luka dan dapat membengkak ketika semakin parah. 

Selain itu minuman beralkohol pun bisa melukai organ pencernaan lain seperti usus termasuk timbulnya kanker kolon atau kanker kolorektal. Dokter sekaligus konsultan pencernaan ini menambahkan hati juga bisa terkena dampak negatif konsumsi alkohol. 

"Segala sesuatu dimetabolisme di liver. Minum alkohol membuat beban liver semakin berat, bisa sampai radang. Terus minum alkohol lama-lama liver enggak sempat regenerasi, ia pun mengalami penciutan atau sirosis, bisa kanker hati," jelasnya. 

Mereka yang mencampur beberapa jenis minuman beralkohol bertujuan untuk mendapatkan euforia. Harga bir, kata Ari, dianggap mahal jadi dioplos dengan minuman alkohol lain untuk memperoleh efek serupa. 

Mengutip Sentra Informasi Keracunan (Siker) Nasional, komponen alkohol yang diperbolehkan dalam minuman beralkohol adalah etanol (C2H5OH) yang didapatkan dari fermentasi hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. 

Sedangkan dalam miras oplosan terkadang juga mengandung metanol, alkohol teknis (lebih dari 55 persen etanol), obat-obatan, minuman bersoda, suplemen kesehatan, bahkan bahan kimia. Tujuannya untuk menekan harga jual miras.

Bahan-bahan yang tersebut dianggap berbahaya untuk tubuh. Kandungan metanol di dalamnya bisa menyebabkan kebutaan bahkan kematian. 

Metanol adalah alkohol industri yang digunakan untuk cat, penghilang vernis, pelarut cat, dan lainnya. Hanya saja, metanol memiliki bau dan rasa mirip etanol sehingga sering disalahgunakan untuk pengganti etanol dalam pembuatan miras oplosan. 

Meski demikian, kandungan metanol dalam miras oplosan ini akan menyebabkan euforia, pusing, mengantuk, mual, muntah, nyeri perut, diare, pankreatitis, hepatitis akut, perdarahan pada saluran pencernaan, ataksia, disorientasi. 

Beberapa gejala lain seperti inkoordinasi otot, paralisis otot, depresi pernafasan, gagal napas, aspirasi paru, edema paru, pneumonitis, asidosis metabolik, ketoasidosis, hipoglikemia, bradikardia, hipotensi, amnesia, penurunan tingkat kesadaran, kejang, pingsan, koma juga bisa terjadi karena miras oplosan.

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya