Alasan Ilmiah Kurang Tidur Memicu Naiknya Berat Badan 

Seorang yang tidak mendapatkan cukup istirahat di malam hari kerap dikenal rewel atau mudah marah di keesokan harinya. Ternyata, efek dari waktu tidur yang tidak cukup tak hanya membuat stabilitas emosi berantakan, namun juga dapat meningkatkan berat badan.

Naiknya bobot tubuh orang-orang yang mengalami kesulitan tidur ternyata dipicu karena kelompok bakteri di dalam usus yang tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Sebuah video keluaran BrainCraft tentang psikologi dan ilmu saraf yang ditulis oleh Vanessa Hill, menjelaskan kesulitan tidur memicu tubuh terus memproduksi hormon kortisol yakni hormon stres.

Hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal itu akan menimbulkan efek negatif kepada kelompok bakteri di usus.

Bakteri-bakteri di dalam usus manusia pun mempunyai pengaruh besar dengan siklus bangun dan tidur seseorang. Melalui kurang tidur itulah metabolisme tubuh mengalami perubahan.

"Mengganggu jam kerja bagian dalam tubuh dapat memicu kita lapar dan ingin mengkonsumsi makanan yang tidak sehat," ujar Hill.

Dalam studi yang dilakukan kepada seekor tikus, binatang pengerat itu menjadi obesitas setelah menjalani diet ketat. Hill menyebut, hal itu terjadi karena proses kerja bakteri di usus tikus mengalami perubahan.

Metabolisme yang berubah dari si tikus membuat dia kian merasa lapar dan tergiur dengan makanan tinggi lemak di jam-jam yang salah. Tikus terlihat mengasup makan siang berkali-kali dan mengkonsumsi makanan ringan di malam hari sehingga membuat mereka obesitas.

Sedangkan, tikus yang mengkonsumsi makanan rendah lemak dan berserat terlihat tetap ramping.

"Bahkan, beberapa periset menilai bahwa bakteri-bakteri di usus manusia bertanggung jawab untuk membakar kalori pada saat kita tidur," kata Hill, seperti dikutip dalam laman Independent.

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya