Tips Berkomunikasi dengan Penderita Dementia

Kehilangan kemampuan dalam komunikasi dapat menjadi salah satu masalah yang sangat menjengkelkan dan sulit bagi penderita demensia, keluarganya dan orang yang merawatnya. Seiring dengan meningkatnya keparahan penyakit, penderita dementia mengalami secara bertahap berkurangnya kemampuan mereka berkomunikasi. Mereka semakin mengalami kesulitan untuk mengekspresikan diri mereka sendiri secara jelas dan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.  

Setiap penderita demensia adalah unik dan kesulitan dalam mengkomunikasikan pikiran dan perasaan sangat khas untuk diri orang itu. Ada banyak sebab demensia, dan masing-masing mempengaruhi otak dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi adalah:

- Kesulitan menemukan sesuatu kata. Kata yang dekat artinya mungkin diucapkan dan bukan kata yang tidak mereka ingat

- Berbicara lancar tetapi tidak masuk akal

- Tidak mengerti apa yang orang lain katakan atau hanya mengerti sebagian saja

- Keterampilan menulis dan membaca mungkin juga menurun

- Kehilangan kebiasaan-kebiasaan sosial yang normal dalam bercakap-cakap

- Memotong pembicaraan atau mengabaikan pembicara, atau tidak menjawab ketika diajak bicara

- Kesulitan mengekspresikan emosi secara tepat

Hasil gambar untuk homecare

http://affordablehomecareagency.com/

Bagaimana Cara Berkomunikasi Dengan Dementia?

- Pertama, Anda harus percaya bahwa MUNGKIN untuk berkomunikasi secara berarti dengan dementia

- Pancarkan bahasa tubuh yang memancarkan afeksi Anda. Contohnya adalah tersenyum.

- Hukum Emas. Memperlakukan orang yang kita kasihi sebagaimana kita ingin diperlakukan, dengan rasa peduli, hormat dan respek.

- Hubungkan suku kata yang mereka gunakan dengan perasaan yang mereka tunjukkan

- Beri mereka waktu untuk berbicara. Ketika diam, mereka mencari kata-kata yang berserakan di otak yang ingin mereka gunakan. Usahakan jangan menyelesaikan kalimat mereka. Cukup dengarkan saja!

- Jangan membuat mereka terburu-buru berbuat sesuatu sebab mereka tidak bisa berpikir atau berbicara cukup cepat. Usahakan memberikan waktu kepada mereka untuk menanggapi.

- Ketika Anda ingin berbicara dengan mereka, pikirkanlah cara untuk melakukan hal itu tanpa pertanyaan yang  dapat mengingatkan kami atau membuat kami merasa tidak nyaman.

- Jangan mencoba terlalu keras untuk membantu mereka mengingat sesuatu yang baru saja terjadi. Jika hal itu tidak pernah terdaftar dalam ingatan, kami tidak akan pernah bisa memanggilnya kembali.

- Hindari suara latar belakang yang berisik jika mungkin. Jika TV hidup, padamkan suaranya dulu

- Jika ada anak-anak, ingatlah bahwa mereka akan mudah merasa lelah dan sangat sulit berkonsentrasi untuk berbicara sekaligus mendengarkan. Mungkin satu anak pada satu saat dan tanpa suara latar belakang yang berisik adalah yang terbaik

- Mungkin diperlukan penutup telinga jika berkunjung ke pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat yang ramai.

Memang, penderita dementia tidak mampu berkomunikasi dengan cara yang biasa, tetapi bukan berarti mereka tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Anda dapat terkejut dengan hasilnya. Mereka akan mengoreksi kita bila kita salah, atau setuju jika kita benar. Yang terakhir perlu Anda ingat, penderita dementia tidak akan sama seperti sebelum sakit, tetapi kita dapat merasakan dia tetap orang yang kita cintai; manusia yang memerlukan pertolongan kita untuk bertahan hidup dan bersosialisasi.

 

Penderita Demensia butuh pendampingan dari perawat Homecare, pilihlah Insan Medika yang merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya