Khasiat Meminum Smoothies Plasenta Masih Dipertanyakan

Baru-baru ini, seorang ibu asal Inggris, Jay Woodall viral lantaran mengolah plasenta menjadi smoothies atau jus setelah melahirkan anak ketiganya. 

Woodall beserta suami dan dua anaknya yang lain lalu meminum racikan smoothies ari-ari bayi itu atas alasan kesehatan. Padahal, belum ada bukti atau penelitian yang menunjukkan manfaat dari mengonsumsi plasenta.

Bukan cuma Woodall yang berani mengonsumsi plasentanya sendiri. Belakangan, memakan plasenta jadi populer karena banyak selebriti dunia yang melakukannya mulai dari Holly Madison hingga Kim Kardashian.

Di Indonesia, memakan plasenta yang dikenal juga dengan tali pusar bayi terdengar tak biasa. Agama Islam yang mayoritas di Indonesia melarang untuk mengonsumsi bagian tubuh manusia, termasuk plasenta. Budaya di beberapa daerah, alih-alih memakannya justru mengubur ari-ari bayi itu.

Plasenta merupakan organ dalam kandungan saat masa kehamilan. Organ itu berfungsi untuk mengedarkan nutrisi, produk metabolisme dari ibu kepada janin. Fungsi ini membuat plasenta kaya akan vitamin termasuk B6 yang dapat melawat depresi. 

Meski kaya nutrisi, belum ada bukti plasenta dapat bermanfaat bagi tubuh.

"Tidak ada bukti ilmiah sama sekali jika mengonsumsi plasenta baik dalam bentuk utuh atau setelah diolah dalam bentuk kapsul," kata ahli dari Birtish Dietetic Association Fiona Ford, seperti dikutip dari Mother and Baby.

Menurut Ford, plasenta yang sudah diolah justru dapat kehilangan nutrisi dan vitamin karena proses produksi. Dia berpendapat, keberhasilan khasiat konsumsi plasenta hanya karena plasebo efek atau kekuatan sugesti padahal sebenarnya obat itu tak bermanfaat.

"Plasenta memang kaya vitamin, tapi tak ada jaminan itu berkhasiat. ... Memakan plasenta bisa berdampak baik secara psikologi, jika dia percaya obat itu akan bekerja, maka ia akan bekerja." tutur Ford.

Di sisi lain, diberitakan The Sun, studi yang diunggah di jurnal Alternative and Complimentary Medicine menunjukkan banyak dokter dan pasien mengetahui praktik mengonsumsi plasenta namun tak mengetahui manfaat atau risikonya. 

Beberapa manfaat itu diantaranya menyeimbangkan hormon, meringankan rasa sakit setelah melahirkan, meningkatkan kadar zat besi, produksi susu dan mencegah depresi pascamelahirkan.

Ford menyarankan agar para ibu dapat mengganti meminum plasenta dengan alternatif makanan yang sudah teruji memiliki kandungan omega 3, 6 dan vitamin. kandungan itu bisa didapat dari mengonsumsi kacang-kacangan, minyak sayur, alpukat, zaitun, dan ikan. (cnnindonesia)

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya