Kenali Gejala Gangguan Bipolar

Penyakit bipolar seperti sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Gangguan bipolar merupakan salah satu penyakit kejiawaan yang menyebabkan penderita mengalami perubahan suasana hati secara drastis dari mania menjadi depresi, atau sebaliknya. Karena itu, gejala yang muncul pada penderita dengan kondisi ini akan tergantung kepada fase suasana hati mana yang tengah dia alami. Penyakit kejiwaan ini juga sering disebut Bipolar Affective Disorder.

Image result for dolores died

https://www.pedestrian.tv/music/

Dunia dikejutkan dengan berita meninggalnya vokalis The Cranberries yaitu Dolores yang ternyata memang sudah didiagnosa memiliki gangguan bipolar serta depresi. Banyak kejadian-kejadian didalam hidupnya sehingga ia mengidap gangguan tersebut.

Terdapat dua episode dalam Bipolar Affective Disorder ini, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Lalu apa yang melatarbelakangi gejala dari adanya gangguan Bipolar Affective Disorder, seperti yang dikutip alodokter, yuk kenali dua gejala di bawah ini.

Gejala Fase Mania

Image result for fase mania bipolar shutterstock

http://www.thelist.com/62164/

Fase mania ditandai dengan kenaikan suasana hati secara signifikan sehingga menyebabkan penderita gangguan bipolar yang mengalaminya akan merasa sangat gembira dan bersemangat. Mereka merasa sangat berenerjik dan merasa tidak lelah walau kurang tidur dan kurang makan. Selain itu, mereka juga bicara dengan cepat dan merasa punya banyak ide atau rencana-rencana yang rumit.

Kadang-kadang pada beberapa kasus bipolar, penderita juga bisa mengalami gejala psikotik berupa delusi dan halusinasi. Saat berhalusinasi, seseorang akan merasa seperti mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Saat mengalami delusi, seorang penderita gangguan bipolar akan meyakini sesuatu yang pada umumnya tidak masuk akal atau tidak benar secara nalar.

Gejala Fase Depresi

Image result for fase mania bipolar shutterstock

http://mindbodypregnancy.com/postpartum

Kebalikan dari fase mania adalah fase depresi. Fase ini ditandai dengan penurunan suasana hati secara signifikan sehingga penderita bipolar akan merasa sangat sedih, sulit tidur, tidak nafsu makan, kurang percaya diri, merasa bersalah, pesimis, merasa tidak berharga, dan cenderung putus asa. Jika gejala ini makin parah, dikhawatirkan penderita dapat menyakiti dirinya sendiri atau bahkan melakukan bunuh diri.

Fase depresi juga dapat membuat penderita gangguan bipolar menjadi sulit untuk berkonsentrasi dan mengalami penurunan daya ingat sehingga tidak jarang mengalami penurunan prestasi atau produktivitas.

Image result for fase mania bipolar shutterstock

http://www.thelist.com/62164/signs-may-bipolar-disorder/

Fase depresi juga dapat membuat hubungan penderita bipolar dengan orang-orang terdekat menjadi rusak akibat menjadi sering marah-marah, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari dan merasa tidak bisa menikmati segala sesuatu.

Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada beberapa penderita gangguan bipolar yang mengalami periode normal di antara fase mania dan fase depresi. Meskipun begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Untuk memiliki layanan home care kesehatan, Anda dapat kunjungi website kami dan Anda juga bisa mengandalkan aplikasi Insan Medika yang dapat diunduh di Google Play. Insan Medika adalah perusahaan agency perawat home care terpercaya di Indonesia. Menghadirkan layanan medis dengan pemasangan alat yang didukung oleh staff perawat profesional dan layanan non medis untuk perawatan lansia.

Tag: articles

Akmelia