Perubahan suasana hati pada lansia adalah kondisi yang sering terjadi, namun kerap disalahartikan sebagai hal yang wajar karena usia. Padahal, perubahan emosi yang muncul secara berulang, intens, atau ekstrem bisa menjadi tanda adanya masalah fisik, psikologis, maupun sosial yang perlu diperhatikan secara serius. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup lansia serta hubungan mereka dengan keluarga.
Bagi Anda yang merawat orang tua atau anggota keluarga lanjut usia, menghadapi lansia dengan emosi yang naik turun tentu bukan hal mudah. Lansia bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, menarik diri, atau tampak sedih tanpa alasan yang jelas. Yuk, pahami cara menghadapi perubahan suasana hati pada lansia secara tepat dan aman, sekaligus mengetahui kapan kondisi ini membutuhkan bantuan profesional.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Perubahan Suasana Hati (Mood) pada Lansia?
- 2 Penyebab Perubahan Suasana Hati pada Lansia
- 3 Ciri-Ciri Perubahan Suasana Hati pada Lansia
- 4 Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
- 5 Cara Menghadapi Perubahan Suasana Hati pada Lansia
- 6 Kapan Perlu Mencari Bantuan Medis?
- 7 FAQ Seputar Perubahan Suasana Hati pada Lansia
- 8 Butuh Bantuan dari Perawat Lansia Profesional dan Terpercaya? Insan Medika Siap Melayani
Apa Itu Perubahan Suasana Hati (Mood) pada Lansia?

Melansir National Institute on Aging (NIA), perubahan suasana hati pada lansia adalah kondisi ketika emosi atau perasaan lansia berubah dengan cepat atau tidak stabil. Misalnya dari tenang menjadi mudah marah, atau dari ceria menjadi murung. Kondisi ini dapat terjadi sesekali, namun juga bisa berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam dunia medis, perubahan suasana hati bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk tidak langsung menyalahkan lansia, tetapi berusaha memahami penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Perubahan Suasana Hati pada Lansia
Perubahan Fisik dan Kondisi Kesehatan
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami banyak perubahan. Nyeri kronis, gangguan tidur, penyakit degeneratif, hingga efek samping obat-obatan tertentu dapat memengaruhi emosi lansia.
Menurut Mayo Clinic, kondisi medis kronis dan rasa tidak nyaman yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko perubahan mood serta gangguan emosional pada lansia.
Penurunan Fungsi Otak
Gangguan fungsi kognitif seperti demensia atau Alzheimer sering disertai perubahan perilaku dan emosi. Lansia dapat menjadi lebih mudah tersinggung, cemas, atau bingung karena kesulitan memahami situasi di sekitarnya.
Baca juga: Ini Dia Tips Merawat Lansia Alzheimer di Rumah Agar Tidak Kewalahan
Faktor Psikologis dan Sosial
Kesepian, kehilangan pasangan, pensiun, atau perasaan tidak lagi dibutuhkan dapat memicu tekanan emosional. Mengutip World Health Organization (WHO), kesehatan mental lansia sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial dan lingkungan terdekat.
Perubahan Kimia Otak
Perubahan hormon dan neurotransmitter juga dapat terjadi pada lansia, terutama jika disertai stres berkepanjangan atau gangguan tidur, sehingga memengaruhi kestabilan emosi.
Ciri-Ciri Perubahan Suasana Hati pada Lansia
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain mudah marah tanpa sebab jelas, sering merasa sedih atau murung, perubahan pola tidur dan nafsu makan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, serta munculnya kecemasan berlebihan. Jika kondisi ini berlangsung lama dan semakin mengganggu, sebaiknya tidak diabaikan.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa faktor yang dapat memperburuk perubahan suasana hati pada lansia, seperti riwayat gangguan mental, penyakit kronis, kurangnya dukungan keluarga, isolasi sosial, serta ketergantungan pada orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Cara Menghadapi Perubahan Suasana Hati pada Lansia

Mengedepankan Sikap Empatik
Empati merupakan langkah awal yang sangat penting. Dengarkan keluhan lansia tanpa menghakimi atau menyela. Hindari kalimat yang terkesan menyalahkan karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi emosional mereka.
Menjaga Pola Komunikasi yang Tenang
Gunakan nada bicara yang lembut dan jelas. Saat lansia sedang emosional, sebaiknya beri waktu hingga suasana lebih tenang sebelum melanjutkan pembicaraan.
Memperhatikan Kesehatan Fisik Lansia
Pastikan lansia mendapatkan asupan gizi yang seimbang, istirahat cukup, serta pengelolaan nyeri yang baik. Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mendeteksi kondisi medis yang dapat memengaruhi suasana hati.
Mengajak Lansia Tetap Aktif
Aktivitas ringan seperti berjalan santai, berkebun, atau melakukan hobi sederhana dapat membantu memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga kesehatan mental lansia.
Menciptakan Lingkungan yang Nyaman
Lingkungan yang tenang, aman, dan familiar dapat membantu lansia merasa lebih nyaman. Hindari perubahan mendadak yang dapat memicu kecemasan atau kebingungan.
Mempertimbangkan Bantuan Profesional
Jika perubahan suasana hati semakin sering atau sulit dikendalikan, bantuan tenaga profesional seperti perawat lansia atau layanan homecare dapat menjadi solusi. Pendampingan profesional membantu memastikan lansia mendapatkan perawatan fisik dan emosional yang optimal.
Baca juga: 7 Tips Memilih Jasa Perawat Homecare yang Aman dan Terpercaya untuk Orang Tua
Kapan Perlu Mencari Bantuan Medis?
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan apabila lansia menunjukkan tanda depresi berat, perubahan perilaku ekstrem, emosi tidak stabil yang berlangsung lebih dari dua minggu, atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
FAQ Seputar Perubahan Suasana Hati pada Lansia
Apakah perubahan suasana hati pada lansia selalu berbahaya?
Tidak selalu. Perubahan suasana hati bisa terjadi sebagai respons alami terhadap perubahan fisik, kondisi kesehatan, atau situasi emosional tertentu. Namun, jika perubahan tersebut terjadi terus-menerus, semakin berat, dan mulai mengganggu aktivitas harian maupun hubungan sosial, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari keluarga dan tenaga kesehatan.
Apakah lansia yang mudah marah pasti mengalami depresi?
Tidak. Lansia yang mudah marah belum tentu mengalami depresi. Kondisi ini bisa dipicu oleh nyeri kronis, kelelahan, gangguan tidur, atau penyakit tertentu. Meski begitu, depresi tetap perlu dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan, terutama jika disertai rasa sedih berkepanjangan dan penarikan diri dari lingkungan.
Bagaimana peran keluarga dalam membantu lansia?
Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membantu lansia menghadapi perubahan suasana hati. Dukungan emosional, komunikasi yang baik, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman dapat membantu lansia merasa lebih dihargai dan dipahami.
Apakah perawat lansia dapat membantu mengelola perubahan suasana hati?
Ya. Perawat lansia yang terlatih dapat membantu mendampingi aktivitas harian, memantau kondisi emosional, serta memberikan pendekatan yang lebih profesional dan terstruktur sesuai kebutuhan lansia.
Butuh Bantuan dari Perawat Lansia Profesional dan Terpercaya? Insan Medika Siap Melayani
Perubahan suasana hati pada lansia bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Dengan memahami penyebab, ciri-ciri, serta cara menghadapinya secara tepat, Anda dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia dan menjaga keharmonisan keluarga.
Namun sayangnya, tidak semua keluarga memiliki waktu, tenaga, dan pengetahuan yang cukup untuk mendampingi lansia secara optimal. Di sinilah peran layanan profesional sangat dibutuhkan. Insan Medika hadir sebagai penyedia layanan perawat lansia dan homecare terpercaya yang siap membantu perawatan fisik maupun pendampingan emosional lansia di rumah, sehingga Anda dan keluarga dapat merasa lebih tenang dan fokus memberikan kualitas hidup yang terbaik bagi orang tercinta.