Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan Anak

Berbagai hal diberikan dan dilakukan orangtua agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi serta memperhatikan makanan yang anak-anak konsumsi sangatlah penting. Bahkan salah satu penelitian menyatakan bahwa makanan dapat mempengaruhi perilaku dan kebiasaan anak. Hellosehat melansir, jika Anda sering kali memberikan mereka makanan yang tidak sehat, seperti makanan yang tinggi gula serta berbagai macam junk food.

So, Apa saja pengaruh junkfood terhadap kesehatan dan perilaku anak?

Junk food dapat mempengaruhi kesehatan mental anak

Image result for kesehatan mental anak shutterstock

https://www.vemale.com

Junk food adalah makanan yang tidak memiliki nilai gizi yang tinggi, sehingga disebut dengan makanan sampah dan justru malah membuat orang yang sering memakannya mengalami berbagai risiko penyakit degeneratif. Walaupun banyak yang setuju bahwa hampir semua junk food memiliki rasa yang enak dan disukai oleh berbagai kalangan, tahukah Anda apa efek mengonsumsi junk food terhadap anak Anda? Ternyata junk food  dapat membuat kesehatan mental dan emosi anak Anda terganggu.

Pernyataan ini muncul dari beberapa hasil penelitian yang telah menunjukan bahwa memang junk food mempengaruhi kesehatan mental. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Deakin University, Melbourne, Australia. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa ibu hamil yang biasa mengonsumsi makanan yang tidak sehat cenderung memiliki anak yang mengalami gangguan mental dan emosional.

Junk food disebut ‘sampah’ karena tidak memiliki nilai gizi

Related image

http://www.blognutricioncenter.com

Makanan-makanan manis sering kali disalahkan dan dianggap bisa mempengaruhi perilaku seorang anak. Tapi, sadarkah Anda bahwa masih banyak zat-zat tambahan makanan lainnya yang ternyata bisa lebih berbahaya bagi kesehatan mental anak? Perwarna buatan serta zat pengawet yang digunakan dalam makanan ternyata dapat mempengaruhi seorang anak dalam berperilaku.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 yang dimuat di dalam European Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, atau  natrium juga dapat mempengaruhi dan mengubah perilaku seorang anak.

Junk food memicu perilaku aditif atau kecanduan

Image result for no junk food shutterstock

https://www.motherjones.com

Ketika Anda memberikan anak Anda makanan yang manis, berlemak, serta asin, maka bukan tidak mungkin mereka akan memintanya kembali di kemudian hari. Jika hal ini terus terjadi, maka bukan tidak mungkin anak Anda mengalami ‘kecanduan’ junk food. Faktanya karbohidrat sederhana seperti gula, ternyata berhubungan dengan stimulasi otak untuk menghasilkan rasa puas dan senang.

Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, menunjukan bahwa anak yang makan junk food, sangat menikmati rasa, tekstur, serta perasaan yang timbul ketika mereka makan makanan tersebut. Perasaan yang muncul ketika itu adalah perasaan yang menyenangkan, sehingga tidak heran jika hampir semua anak suka makanan manis dan junk food, karena makanan ini membuat mereka kecanduan.

Untuk memiliki layanan home care kesehatan, Anda dapat kunjungi website kami dan Anda juga bisa mengandalkan aplikasi Insan Medika yang dapat diunduh di Google Play. Insan Medika adalah perusahaan agency perawat home care terpercaya di Indonesia. Menghadirkan layanan medis dengan pemasangan alat yang didukung oleh staff perawat profesional dan layanan non medis untuk perawatan lansia dan baby sitter.

Tag: articles

Akmelia