Standarisasi Caregiver di Indonesia

Untuk memastikan kualitas dan profesionalitas perawat Homecare, ada berapa sertifikasi yang ditetapkan oleh negara dan fungsinya :

1. Sertifikasi BTCLS, PPGD, BTLS, GELS, Ke-Gawat-Darurat-an

Sertifikasi ini digunakan bagi perawat dan caregiver serta tenaga medis lainnya dalam menangani pasien yang rujukannya di rumah sakit, khususnya di Unit Gawat Darurat (UGD), Perusahaan, Puskesmas dan Klinik. Seluruh tenaga medis yang memiliki sertifikat ini tentunya telah mampu menangani kasus ke-gawat-darurat-an kardiovaskuler, termasuk di dalamnya serangan jantung (Acute Miocard Infark) dan Arythmia Lethal.  Tenaga medis yang memegang sertifikat ini telah dipercaya menggunakan alat Automatic External Defibrillator yang merupakan alat basic standar internasional. Selain itu, memiliki juga kemampuan untuk menangani berbagai kasus ke-gawat-darurat-an trauma, khususnya pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas, kecelakaan di perusahaan atau tempat kerja.

2. Basic Sea Survival

Sertifikasi ini digunakan bagi perawat dan caregiver serta tenaga medis lainnya dalam menangani pasien di perairan. Sederhananya, para perawat dibekali ilmu yang meliputi pengenalan perangkat keamanan dan keselamatan di laut atau air. Pemilik sertifikasi ini biasanya ditempatkan di bidang perhotelan, pelabuhan, pelayaran baik nasional dan internasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, resort international. Ini selaras dengan kemampuan dan tanggungjawab untuk memahami tekhnik penyelamatan korban kecelakaan terutama di laut, bantuan hidup dasar, keracunan, teknik safe di bencana Laut, dan lainnya.

3. Sertifikasi Perawat Penerbangan

Serupa dengan pemilik sertifikasi Basic Sea Survival, pemilik sertifikasi perawat penerbangan memiliki tanggungjawab di bidangnya yang spesifik. Mulai dari perusahaan pesawat penerbangan domestik dan international, bandara, Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (LAKESPRA) di seluruh Indonesia atau sejenisnya. Para perawat dan caregiver serta tenaga medis lainnya bertanggungjawab di kawasan ketinggian ekstrem maupun antariksawan. Mereka memiliki kemampuan Indoktrinasi dan Latihan Aerofisiologi (ILA). 

Gambar terkait

http://www.xedgeresource.com/

4. Sertifikasi Haemodialisa

Setiap perawat dan caregiver serta tenaga medis unit Haemodialisa di rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia, wajib memiliki sertifikat ini. Pemilik sertifikat memiliki tanggungjawab dengan kemampuan tekhnik Haemodialisa atau cuci darah, penanganan shock, reused atau pencucian dializer pada Haemodialisa, dan lainnya.

5. Keperawatan Intensive Care Unit (ICU)

Sertifikasi ini digunakan bagi perawat dan caregiver serta tenaga medis lainnya dalam menangani pasien di ruang ICU, HCU, ICU Rumah Sakit, Klinik, Home care atau sejenisnya.

Pemilik sertifikat ini memiliki kemampuan dan tanggungjawab di bidang:

1. Mengetahui tata cara pengendalian infeksi nasokomial.

2. Mengetahui penggunaan antibiotik secara rasional.

3. Memberikan perawatan gangguan pada:

- Jalan nafas dan pernafasan.

- Sirkulasi dan transfusi.

- SSP dan Perifer.

- Saluran kemih.

- Sistem pencernaan, metabolisme, endokrin dan nutrisi.

- Keseimbangan cairan dan elektrolit dan asam basa.

- Memberikan ALS , BLS serta resusitasi.

- Mengelola medik dan mengetahui indikasi keluar masuk ruang ICU.

- Mengetahui etik keperawatan ICU dan Customer Service.

 

Dengan berpatokan dengan regulasi tersebut, jasa perawat Homecare dan caregiver di Insan Medika merupakan lulusan dengan paling minimal memiliki sertifikat dan kompetensi SMK Keperawatan yang pastinya telah memiliki STR. Tujuannya sendiri jelas agar para perawat dapat merawat pengguna jasa Insan Medika dengan baik.

Tag: articles

Chintya