Radiasi Berisiko Sebabkan Keguguran Pada Ibu Hamil?

Perempuan hamil yang terpapar radiasi tinggi dari berbagai sumber, seperti ponsel, alat-alat elektronik nirkabel dan menara komunikasi selular mengalami tingkat keguguran hampir tiga kali, dibanding mereka yang terpapar radiasi rendah, menurut sebuah riset baru.

Ponsel, telepon nirkabel dan alat-alat nirkabel lainnya, peralatan, kabel sambungan listrik, kabel jaringan dan menara telekomunikasi, menghasilkan radiasi non-ionisasi dari medan-medan magnet.

 

Dalam risetnya menjelaskan bahwa, ibu hamil yang terpapar radiasi medan magnet sekitar 48 persen akan lebih mudah kehilangan bayinya daripada wanita yang terpapar dengan jumlah terendah.

Riset ini dilakukan pada 913 wanita hamil dari berbagai tahap kehamilan dan tidak memiliki riwayat keguguran sebelumnya, dilansir dalam lama dailymail.co.uk. Hasilnya, di antara wanita hamil yang terpapar radiasi medan magnet memiliki tingkat tertinggi sebesar 24,2 persen telah mengalami keguguran dibandingkan dengan 10,4 persen dari mereka yang terpapar dengan jumlah terendah. Dalam riset ini, biasanya Ibu hamil kehilangan bayinya pada usia kurang dari 20 minggu dari masa kehamilannya.

 

Tapi jangan khawatir, beberapa cara ini bisa dilakukan demi kesehatan janin agar terhindar dari radiasi:

1. Sebisa mungkin kurangi penggunaan ponsel dari biasanya

wajibsehat.com

Perhatian! Untuk ibu yang sedang mengandung akan lebih baik tidak menggunakan ponsel terlebih dahulu atau mengurangi penggunaan ponsel. Lakukan aktivitas ringan di rumah seperti berolahraga ringan dibanding terus menggunakan ponsel.

 

2. Jauhkan ponsel dari kepala

meetdoctor.com

Ketika tidur sebaiknya matikan ponsel dan letakkan ponsel jauh dari kepala minimal 1 meter dari tempat tidur anda untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

3. Konsultasi kepada dokter jika ada gejala

abiummi.com

Jika sering menggunakan ponsel di karenakan pekerjaan ketika mengandung, dan setelahnya merasakan gejala-gejala seperti pusing, mata berkunang-kunang, dan gejala lainnya. Sebaiknya segeralah menghubungi dokter, agar bisa ditangani dengan segera.

Tag: articles