Prof. Dr. Gerrit A. Siwabessy Pahlawan Kesehatan Kita

Untuk menjadi pahlawan tidak harus memegang senjata dan membunuh musuh yang menyerang, ternyata didalam bidang kesehatan pun juga dapat mendapatkan gelar pahlawan, seperti Prof. Dr. Gerrit A. Siwabessy.

Beliau Lahir di Ullath, Saparua, Maluku, 19 Agustus 1914. Beliau menjabat menjadi Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 1967-1978 dan memiliki prestasi yang mengagumkan bagi perkembangan kesehatan di Indonesia.

Sistem Kesejahteraan Kesehatan(ASKES)

Cikal Bakal BPJS

 

Beliau mempelajari sistem kesejahteraan di bidang kesehatan yang kemudian dikembangkannya saat menjabat Menteri Kesehatan beberapa tahun kemudian. Sistem itulah yang kemudian dikenal sebagai ASKES, cikal bakal BPJS.

Program Keluarga Berencana (KB), Puskesmas, Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), penanggulangan penyakit menular seperti malaria, TBC, cacingan, kolera, tifus, disentri, sampai dengan upaya penanggulangan penyakit kanker adalah gebrakakkan dari beliau. Beliau sendiri tercatat sebagai salah seorang pendiri Yayasan Kanker Indonesia.

Keluwesan diplomasi beliau dengan para sahabatnya yang berada di luar negeri dan juga dengan berbagai organisasi internasional, antara lain badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti World Health Organization, UNICEF, United Nations Development Programme(UNDP), maupun lembaga-lembaga lainnya seperti United States Agency for International Development (USAID) dan Medicare (menyangkut perawatan kesehatan). Beliau juga tercatat sebagai pelopor kerjasama di bidang kesehatan dengan Amerika Serikat. 

Selepas tugas sebagai anggota kabinet, Siwabessy menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung yang bertugas sebagai Penasehat Presiden. Kepercayaan ini dijalani sejak 1978 sampai akhirnya Siwabessy meninggal di suatu malam yang tenang pada 11 November 1982, Jakarta. 

Dengan menjaga kesehatan kita dan orang disekitar kita, Kita dapat melanjutkan perjuangan beliau dibidang kesehatan tersebut. Jadi, tetap semangat ya dalam menjalankan hidup sehat.

Tag: articles

arif