Peluang Kerja Menjadi Caregiver di Jepang

Caregiver atau di Jepang disebut Kaigofukushishi dalam konteks keperawatan, caregiver adalah orang yang memberi perhatian, merawat, dan menjaga orang lanjut usia (lansia/tua).

Orang Indonesia memiliki kecenderungan untuk menjaga keluarganya sendiri. Karena itu, caregiver Indonesia profesional terhitung langka. Lain halnya dengan negara-negara asing lain, terutama Jepang. 

Jepang diperkirakan membutuhkan banyak tenaga perawat dan caregiver dari berbagai negara pada masa mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang mendatangkan perawat dan caregiver ke Negara Sakura. Saat ini Jepang sudah memiliki perjanjian kemitraan ekonomi dengan Indonesia dan Filipina, di mana Jepang menerima 1.000 perawat untuk diberikan pelatihan. Cepatnya pertumbuhan angka penduduk berusia lanjut menjadikan masalah keperawatan sebagai hal penting di masa depan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi mengatakan, jumlah penduduk lansia di Jepang terus meningkat seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan dan usia harapan hidup.

Gambar terkait

http://vngo.vn/lau-dai-himeji

Untuk dapat bekerja di Jepang, para perawat diseleksi terlebih dahulu di Indonesia. Bagi mereka yang lulus seleksi, lalu dilatih Bahasa Jepang di Indonesia selama enam bulan dan kemudian diberangkatkan ke Jepang.

Di Jepang, mereka dilatih lagi Bahasa dan budaya Jepang selama 6 bulanlagi di lembaga pelatihan AOTS yang berada di Tokyo, Nagoya dan Osaka, untuk selanjutnya ditempatkan di berbagai Rumah Sakit dan Panti Lansia di seluruh Jepang.

Saat ini terdapat 296 orang perawat yang sedang mengikuti pelatihan di AOTS Nagoya dan Osaka, serta 29 perawat yang sedang mengikuti pelatihan di AOTS Tokyo Kenshu Center.

Menurut catatan, gaji para perawat dan caregiver yang telah lulus ujian nasional Jepang (Kangoshi dan Kaigofukushishi) akan meningkat dua hingga tiga kali lipat dari besaran gaji yang diterima sebelumnya. Persyaratan ujian nasional Jepang, berlaku bagi semua perawat yang bekerja di Jepang, baik bagi perawat Jepang sendiri maupun perawat dari Luar Negeri seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, standar gajinya juga sama.

 

Persyaratan Khusus Program Caregiver sebagai berikut :

1. WNI, sehat jasmani dan rohani.

2. Wanita

3. Minimal lulusan D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dari STIKES atau pernah bekerja sebagai caregiver di Jepang melalui program EPA.

4. Umur minimal 19 tahun 6 bulan, maksimal 30 tahun. Bagi yang pernah mengikuti program EPA maksimal bisa sampai 37 tahun.

5. Bersedia mengkuti pendidikan Bahasa Jepang, kebudayaan, dan etos kerja orang Jepang selama 3-5 bulan setelah dinyatakan lulus seleksi.

 

Untuk saat ini, Insan Medika sedang mengusahakan kerjasama dengan Jepang agar para perawat homecare dapat dikirimkan dan bekerja di Jepang tanpa harus lewat program EPA. Namun harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tag: articles

Chintya