Mengetahui Tentang Alzheimer dan Dementia pada Manusia

Baik Alzheimer dan demensia merupakan gangguan otak yang gejala utamanya adalah kesulitan untuk mengingat berbagai hal. Di Indonesia, keduanya sering disebut dengan satu istilah yang sama, yaitu pikun. Padahal, dua kondisi ini sejatinya berbeda. 

Pemicu seseorang untuk mengalami Alzheimer dan demensia biasanya adalah pertambahan usia. Namun yang perlu diingat, baik Alzheimer maupun demensia bukanlah hal yang lumrah untuk terjadi pada lansia karena ini merupakan gangguan kesehatan, alias penyakit. Walaupun terdapat banyak kesamaan, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar sehingga tidak dapat disamakan.

Hasil gambar untuk dementia

https:// cloudfront.net /bigstock-brain-memory-alzheimers-dementia.jpg

Apa bedanya Demensia dengan Alzheimer?

Demensia dapat diartikan sebagai sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk berkomunikasi serta melakukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Istilah demensia biasanya menggambarkan kesulitan untuk berpikir yang dialami seseorang, artinya terdapat lebih dari satu gangguan kognitif yang dapat menyebabkan seseorang mengalami demensia. Sedangkan alzheimer adalah suatu penyakit dan merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gejala dementia.

 

Alzheimer adalah penyebab dari 60 hingga 70 persen kasus demensia. Alzheimer juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penyakit spesifik dari demensia.  Berbeda dengan beberapa penyakit atau gangguan fungsi tubuh akibat infeksi dan penggunaan obat yang menyebabkan demensia, penyakit Alzheimer disebabkan kerusakan atau kematian sel otak dan belum dapat disembuhkan hingga saat ini. 

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat bertahap dan berlangsung dalam waktu yang lama. Biasanya seseorang mulai terdiagnosis pada umur 60 tahun. Namun, orang muda pun sudah bisa mengalami penyakit Alzheimer.

 

Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak. Istilah demensia menggambarkan serangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran. Gejala ini terjadi ketika otak mengalami kerusakan oleh penyakit atau kondisi tertentu termasuk penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer, pertama kali dijelaskan oleh ahli saraf Jerman, yaitu Alois Alzheimer, merupakan penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Selama berjalannya waktu penyakit protein plak dan serat yang berbelit berkembang dalam struktur otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Orang dengan Alzheimer juga memiliki kekurangan beberapa bahan kimia penting dalam otak mereka. Bahan kimia ini terlibat dengan pengiriman pesan dalam otak.
Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karena itulah gejala yang muncul menjadi lebih parah.

 

Jika Anda butuh perawat Homecare, pilihlah Insan Medika yang merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya