Banyak keluarga mulai merasa khawatir ketika orang tua atau anggota keluarga lansia terlihat sering lupa, bingung, atau sulit memahami pembicaraan sederhana. Tidak jarang, kondisi ini dianggap sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Padahal, kebingungan yang muncul berulang kali bisa menjadi tanda awal dari gangguan kognitif yang perlu diwaspadai.
Salah satu kondisi yang paling sering dikaitkan dengan perubahan perilaku dan daya ingat pada lansia adalah demensia. Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar lansia mendapatkan penanganan yang tepat dan kualitas hidupnya tetap terjaga. Yuk, mari kita pahami lebih dalam tentang gejala demensia pada lansia, penyebabnya, serta langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk menghadapinya.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Demensia?
- 2 Kenapa Lansia Sering Bingung?
- 3 Gejala Demensia pada Lansia yang Perlu Diwaspadai
- 4 Faktor Risiko Demensia pada Lansia
- 5 Kapan Harus Membawa Lansia ke Tenaga Medis?
- 6 Peran Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Gejala Demensia
- 7 Perawatan dan Pendampingan Lansia dengan Demensia di Rumah
- 8 FAQ Seputar Demensia pada Lansia
- 9 Butuh Bantuan Merawat Lansia di Rumah? Percayakan Insan Medika
Apa Itu Demensia?
Demensia adalah sindrom penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, berbahasa, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Demensia bukan bagian normal dari proses penuaan, meskipun lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Kondisi ini berkembang secara bertahap dan dapat semakin memburuk jika tidak dikenali sejak awal. Oleh karena itu, memahami tanda-tandanya menjadi langkah penting bagi keluarga.
Kenapa Lansia Sering Bingung?

Kebingungan pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelelahan, efek samping obat, hingga gangguan kesehatan tertentu. Namun, jika kebingungan terjadi secara terus-menerus dan disertai perubahan perilaku, kondisi ini patut dicurigai sebagai gejala awal demensia.
Perubahan fungsi otak menyebabkan lansia kesulitan memproses informasi, mengingat hal baru, atau memahami situasi di sekitarnya.
Baca juga: Cara Memilih Caregiver Profesional untuk Lansia di Rumah yang Tepat
Gejala Demensia pada Lansia yang Perlu Diwaspadai
Mudah Lupa dan Gangguan Daya Ingat
Salah satu gejala demensia pada lansia yang paling umum adalah mudah lupa, terutama terhadap kejadian yang baru saja terjadi. Lansia mungkin sering menanyakan hal yang sama berulang kali atau lupa menaruh barang di tempat yang tidak biasa.
Berbeda dengan lupa biasa, gangguan daya ingat pada demensia cenderung semakin sering dan mengganggu aktivitas harian.
Sering Bingung terhadap Waktu dan Tempat
Lansia dengan demensia dapat mengalami kebingungan mengenai waktu, tanggal, atau lokasi. Mereka bisa lupa hari apa sekarang, tersesat di lingkungan yang sebenarnya sudah dikenal, atau tidak memahami sedang berada di mana.
Kondisi ini sering membuat lansia merasa cemas dan tidak aman.
Kesulitan Berkomunikasi
Demensia juga memengaruhi kemampuan berbahasa. Lansia mungkin kesulitan menemukan kata yang tepat, berhenti di tengah pembicaraan, atau sulit memahami percakapan orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan lansia menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa frustrasi.
Perubahan Perilaku dan Emosi
Perubahan suasana hati menjadi lebih mudah marah, curiga, sedih, atau apatis juga termasuk gejala demensia pada lansia. Lansia bisa menjadi lebih sensitif atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa dibandingkan sebelumnya.
Perubahan ini sering kali membingungkan keluarga karena terjadi tanpa sebab yang jelas.
Penurunan Kemampuan Mengambil Keputusan
Lansia dengan demensia dapat mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan sederhana, seperti memilih pakaian atau mengatur keuangan. Aktivitas yang dulu mudah dilakukan kini terasa rumit dan membingungkan.
Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-hari
Seiring perkembangan demensia, lansia bisa mengalami kesulitan melakukan aktivitas rutin, seperti memasak, mandi, atau menggunakan alat rumah tangga. Ini menjadi tanda bahwa lansia membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Faktor Risiko Demensia pada Lansia
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia, antara lain usia lanjut, riwayat keluarga, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, serta gaya hidup yang kurang aktif.
Meskipun tidak semua faktor dapat dicegah, mengenali risikonya membantu keluarga lebih waspada terhadap perubahan kondisi lansia.
Kapan Harus Membawa Lansia ke Tenaga Medis?
Jika lansia menunjukkan gejala demensia secara konsisten dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Diagnosis dini membantu perencanaan perawatan yang lebih baik dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
Peran Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Gejala Demensia
Keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi lansia yang mengalami gejala demensia. Dukungan emosional, kesabaran, serta lingkungan yang aman dapat membantu lansia merasa lebih tenang.
Pendampingan yang tepat juga membantu keluarga memahami kebutuhan lansia dan menyesuaikan pola perawatan sehari-hari.
Baca juga: Rekomendasi Caregiver dengan Layanan Terbaik di Jakarta – Insan Medika
Perawatan dan Pendampingan Lansia dengan Demensia di Rumah

Menciptakan Lingkungan yang Aman
Lingkungan rumah yang aman membantu mengurangi risiko cedera dan kebingungan pada lansia. Penataan rumah yang sederhana dan mudah dikenali sangat membantu lansia dengan demensia.
Menjaga Rutinitas Harian
Rutinitas yang konsisten membantu lansia merasa lebih terstruktur dan mengurangi kecemasan. Aktivitas harian sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama setiap hari.
Pendampingan oleh Tenaga Profesional
Pendampingan oleh caregiver atau perawat berpengalaman membantu memastikan lansia mendapatkan perawatan yang sesuai kebutuhan, terutama jika keluarga memiliki keterbatasan waktu atau tenaga.
FAQ Seputar Demensia pada Lansia
Apakah demensia sama dengan pikun?
Demensia berbeda dengan pikun biasa. Pikun ringan bisa terjadi sesekali, sedangkan demensia menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang progresif dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apakah demensia bisa disembuhkan?
Demensia umumnya tidak dapat disembuhkan, namun penanganan yang tepat dapat membantu memperlambat perkembangan gejala dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Apakah semua lansia pasti mengalami demensia?
Tidak. Tidak semua lansia mengalami demensia. Faktor risiko tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya demensia, namun penuaan tidak selalu berujung pada kondisi ini.
Apakah lansia dengan demensia bisa dirawat di rumah?
Lansia dengan demensia dapat dirawat di rumah dengan pendampingan yang tepat, lingkungan yang aman, dan dukungan dari keluarga maupun tenaga profesional.
Butuh Bantuan Merawat Lansia di Rumah? Percayakan Insan Medika
Memahami gejala demensia pada lansia sangat penting agar keluarga dapat mengambil langkah yang tepat sejak dini. Kebingungan yang sering muncul, gangguan daya ingat, perubahan perilaku, serta kesulitan beraktivitas bukanlah kondisi yang boleh diabaikan.
Jika Anda mulai melihat tanda-tanda tersebut pada orang tua atau anggota keluarga lanjut usia, pendampingan yang tepat menjadi kunci utama. Anda dapat menggunakan layanan perawatan dan pendampingan lansia dari Insan Medika yang menyediakan caregiver dan tenaga profesional berpengalaman untuk membantu merawat lansia dengan aman, nyaman, dan penuh empati di rumah.