Diet Talks: Menghitung Kalori Makanan Apakah Sudah Efektif?

Berat badan ideal adalah impian setiap orang. Anda bisa dengan mudah mengeceknya di label nutrisi yang terdapat di kemasan makanan, atau gunakan aplikasi penghitung kalori di ponsel pintar Anda. Tapi, kenapa melakukan hal ini penting untuk “keselamatan” diet Anda?

Berapa seharusnya kebutuhan kalori setiap hari?

Pada umumnya, kebutuhan kalori laki-laki sehat kurang lebih sekitar 2,500 kcal per hari sementara perempuan disarankan untuk memenuhi 2,000 kalori per hari untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh.

Kenapa perlu menghitung kalori makanan?

Image result for menghitung diet shutterstock

https://hellosehat.com

Kalori makanan berfungsi layaknya bahan bakar bagi kendaraan. Tubuh Anda perlu diisi oleh kalori untuk dapat melakukan segala kegiatan dan untuk menunjang fungsi tubuh. Namun terlalu banyak dan terlalu sedikit kalori yang Anda dapatkan tentu berdampak terhadap tubuh.

Tujuan dari menghitung kalori adalah untuk meningkatkan kesadaran Anda terhadap apa yang Anda makan, terutama saat sedang diet. Dengan mengetahui semua kalori dari makan yang Anda konsumsi, Anda bisa lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan membatasi porsi makan dengan cara yang lebih sehat.

Tapi, tidak semua orang cocok dengan metode diet ini

Alasan mengapa teknik menghitung kalori sering dilakukan adalah karena lebih mudah diterapkan. Untuk menaikkan berat badan Anda hanya perlu mengonsumsi lebih banyak kalori yang masuk dibandingkan jumlah kalori yang keluar dan sebaliknya. Tetapi, pada kenyataannya tidak semudah itu, dan tidak semua orang cocok dengan cara ini.

1. Menghitung kalori bisa memicu seseorang diet terlalu berlebihan

Image result for menghitung diet shutterstock

https://lifestyle.kompas.com

Tujuan dari menghitung kalori makanan sejatinya adalah untuk mengendalikan apa yang Anda makan setiap hari. Tapi bagi beberapa orang, ketika tahu kebutuhan kalori idealnya dalam sehari adalah (misalnya) 1200 kcal, ini tanpa sadar jadi memicu mereka untuk sekalian saja tidak makan/minum di bawah standar yang direkomendasikan. Mereka mungkin berpikiran bahwa semakin cepat mengurangi kalori makanan dari yang disarankan, berat badan akan turun lebih cepat.

Di sisi lain, beberapa orang mungkin merasa sangat dikekang oleh pembatasan makan ini, sehingga tidak dapat membuat Anda benar-benar puas. Akibatnya, Anda akan merasa serba salah jika makan dan minum yang berlebih atau kurang.

2. Bikin malas berolahraga

Image result for malas berolahraga shutterstock

https://www.dream.co.id

Jika Anda berpikir “memotong” kalori dari kebutuhan makanan akan mendapatkan hasil yang baik, pikir lagi. Menurut sebuah studi, 95% dari mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori dan melakukan olahraga secara berlebihan tidak berhasil selama periode 3 tahun. Cara ini justru akan memberi tahu tubuh kita untuk menurunkan laju metabolisme, sehingga dapat memicu timbulnya efek yo-yo dalam diet.

Padahal, tidak perlu khawatir dengan olahraga atau aktivitas fisik lainnya karena aktivitas tersebut dapat membakar 60-70% dari jumlah kalori yang masuk.

3. Kalori tidak hanya sekadar kalori

Image result for kalori shutterstock

https://www.klikdokter.com

Ketika menyangkut tubuh manusia, kalori adalah sesuatu yang rumit. Segala sesuatu mulai dari protein, lemak, dan karbohidrat diproses secara berbeda. Sehingga perhitungan yang simpel saja tidak cukup dan harus melibatkan dari sisi biologis juga.

Ketika harus memilih antara 5 buah alpukat atau 5 porsi eskrim, tentu lebih sehat buah alpukat terlepas dari keduanya mempunyai kandungan lemak dan kalori.

Tag: articles

Akmelia