Arti Penting Sarapan, dari Asupan Energi hingga Makna Cinta

Sarapan kerap dilewatkan dengan berbagai alasan termasuk waktu yang terbatas atau padatnya aktivitas. Padahal sarapan jadi 'bahan bakar' untuk memulai hari dan ini penting. 

Bagi Yonatan Bhakti, seorang pelatih sekaligus praktisi kesehatan, komitmen untuk hidup sehat juga berarti menjaga pola makan. 

Meski telah memasuki usia ke-53 tahun, selama beberapa tahun terakhir ia aktif mengikuti kompetisi lari. Bagi Yonatan, sarapan memiliki arti penting dan hal ini ia harapkan diterapkan pula oleh orang-orang di sekitarnya. 

1. Asupan Energi

"Buat saya sarapan bukan hanya penting tapi critical," katanya saat ditemui di Bistro Baron, Plaza Indonesia, Rabu (11/4). 

Yonatan menuturkan sarapan juga jadi fuel alias bahan bakar untuk kegiatannya sehari-hari. Apalagi ia masih aktif mengikuti lomba lari. Beberapa lomba pernah ia ikuti antara lain, Powerman Indonesia yakni perpaduan lomba lari plus sepeda dan Sydney Marathon yakni maraton sepanjang 42 kilometer. 

Setiap pagi ia memulai aktivitas dengan konsumsi jus sayur dan buah. Sayuran dan buah yang biasa ia konsumsi seperti brokoli, blueberi, stroberi, zuccini, batang seledri dan biji flax. 

"Sarapan itu makanan yang paling bisa kita kontrol, coba kalau makanan lain seperti makan siang atau malam, ini sulit," ujarnya. 

Sedangkan untuk makan siang, ia mengonsumsi apa yang disediakan. Namun, Yonatan tetap memilih apa yang akan ia konsumsi. Jika ada pilihan nasi padang dan gado-gado, kata dia, pilihan akan jatuh pada gado-gado. Ia memiliki kebiasaan menyantap muesli plus susu almond di antara waktu sarapan dan makan siang. Kebiasaan ini membuatnya mampu mengontrol asupan makan siang. 

"Saya biasa bawa sendiri dan dipadukan dengan dried fruit seperti aprikot atau kismis," tambahnya. 

2. Kebiasaan Sehat 

Tak sempat sarapan di rumah? Sarapan juga bisa dibawa ke tempat kerja. Jus sayur yang ada kerap ia bawa untuk dinikmati di kantor. Menurutnya, sering membawa makan dari rumah akan menimbulkan kebiasaan. 

"Kunci hidup sehat itu bawa makanan sendiri," katanya.

Mengapa demikian? Sebab orang tahu makanan seperti apa yang dimakan serta proses pembuatannya. Sedangkan saat makan siang, orang cenderung makan begitu saja tanpa tahu asal muasalnya. 

3. Makna Cinta

Bagi Yonatan, sarapan memiliki muatan cinta di dalamnya. Mereka yang masih tinggal dengan keluarga atau sudah berumah tangga, sarapan jelas disiapkan oleh orang yang dikasihi. Apapun yang disiapkan, selain terjamin isinya, juga ada muatan cinta dan perhatian dari mereka yang membuat.

Pernah suatu ketika, lanjutnya, ada seorang kawan yang bertanya jika sang istri menyiapkan nasi goreng untuk sarapan. Ia pun menjawab bahwa hal ini tak masalah. 
"Nasi goreng kan kita tahu buatnya di mana, pakai minyak apa, dan kita tahu orang yang kita cintai tidak akan memasukkan bahan-bahan yang tidak layak kita konsumsi," tuturnya.

Insan Medika merupakan provider homecare dan caregiver terbaik dan terpercaya. Segera temukan perawat professional pilihan Insan Medika dengan mengunjungi website kami.

Tag: articles

Chintya