Merawat pasien stroke di rumah bukanlah hal yang mudah. Setelah keluar dari rumah sakit, banyak keluarga merasa lega karena kondisi sudah stabil. Namun, masa pemulihan stroke tetap memiliki risiko komplikasi dan kekambuhan jika tidak dipantau dengan baik.
Lalu, kapan sebenarnya keluarga harus menghubungi perawat profesional untuk mendampingi pasien stroke di rumah? Yuk kenali tanda-tanda penting yang tidak boleh diabaikan.
Daftar Isi
- 1 Mengapa Pengawasan Pasien Stroke Sangat Penting?
- 2 1. Muncul Gejala Mirip Stroke Kembali
- 3 2. Tekanan Darah Tidak Terkontrol
- 4 3. Pasien Sulit Menelan atau Sering Tersedak
- 5 4. Muncul Luka di Area Tubuh Tertentu
- 6 5. Perubahan Kesadaran atau Kebingungan Mendadak
- 7 6. Keluarga Mulai Kewalahan
- 8 Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
- 9 Peran Perawat dalam Pendampingan Pasien Stroke di Rumah
- 10 FAQ
- 11 Butuh Perawat Pasien Stroke di Rumah? Insan Medika Siap Membantu
Mengapa Pengawasan Pasien Stroke Sangat Penting?

Melansir dari American Heart Association (AHA), pasien stroke berisiko mengalami komplikasi seperti stroke berulang, infeksi, luka tekan (dekubitus), gangguan menelan, hingga gangguan pernapasan.
Masa pemulihan bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tergantung tingkat keparahan stroke.
Nah, tanpa pengawasan yang tepat, kondisi yang awalnya terlihat ringan malah dapat berubah menjadi keadaan darurat.
1. Muncul Gejala Mirip Stroke Kembali
Segera hubungi tenaga medis jika pasien menunjukkan tanda seperti:
- Wajah tiba-tiba menurun sebelah
- Bicara pelo atau sulit berbicara
- Tangan atau kaki mendadak lemah
- Pandangan kabur mendadak
- Sakit kepala hebat tanpa sebab jelas
Gejala ini bisa menjadi tanda stroke berulang dan memerlukan penanganan cepat.
Baca juga: Mengapa Pasien Stroke Perlu Didampingi Caregiver Profesional?
2. Tekanan Darah Tidak Terkontrol
Pasien stroke umumnya memiliki riwayat hipertensi. Jika tekanan darah sering melonjak atau sangat rendah meskipun sudah minum obat, pendampingan perawat diperlukan untuk membantu pemantauan dan koordinasi dengan dokter.
3. Pasien Sulit Menelan atau Sering Tersedak
Gangguan menelan (disfagia) sering terjadi pada pasien stroke. Jika pasien sering batuk saat makan atau minum, risiko tersedak dan infeksi paru meningkat. Kondisi ini membutuhkan pemantauan ketat.
4. Muncul Luka di Area Tubuh Tertentu
Mengutip World Health Organization (WHO), pasien dengan keterbatasan mobilitas dan lebih banyak berbaring memiliki risiko tinggi mengalami luka tekan (pressure ulcer).
Oleh karena itu, jika mulai terlihat kemerahan pada punggung, tumit, atau pinggul, segera lakukan evaluasi agar tidak berkembang menjadi luka serius.
5. Perubahan Kesadaran atau Kebingungan Mendadak
Jika pasien tampak lebih mengantuk dari biasanya, sulit diajak berkomunikasi, atau mengalami kebingungan mendadak, kondisi ini bisa menjadi tanda komplikasi.
6. Keluarga Mulai Kewalahan
Tidak semua tanda bersifat medis. Jika anggota keluarga mulai merasa kelelahan secara fisik maupun emosional, kualitas perawatan bisa menurun.
Dalam kondisi seperti ini, pendampingan perawat profesional dapat membantu menjaga stabilitas kondisi pasien.
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Jika muncul gejala stroke mendadak atau penurunan kesadaran drastis, jangan menunggu perawat datang. Segera bawa pasien ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan cepat.
Namun, untuk pemantauan harian, rehabilitasi, pengelolaan obat, serta pencegahan komplikasi, perawat profesional di rumah dapat membantu meminimalkan risiko.
Baca juga: Tips Memilih Perawat Pasien Stroke yang Tepat untuk Keluarga
Peran Perawat dalam Pendampingan Pasien Stroke di Rumah

Perawat pasien stroke di rumah dapat membantu dalam:
- Pemantauan tanda vital secara rutin
- Pengawasan konsumsi obat
- Perawatan luka dan pencegahan dekubitus
- Latihan mobilisasi ringan sesuai anjuran medis
- Edukasi keluarga mengenai tanda bahaya
Pendampingan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus menurunkan risiko rawat inap ulang.
Baca juga: Cara Merawat Pasien Stroke di Rumah agar Cepat Pulih
FAQ
Apakah semua pasien stroke harus menggunakan perawat di rumah?
Tidak selalu. Namun, pasien dengan keterbatasan mobilitas, gangguan menelan, atau risiko komplikasi tinggi sangat dianjurkan mendapatkan pendampingan profesional.
Berapa lama pasien stroke membutuhkan pendampingan?
Durasi pendampingan tergantung pada kondisi medis dan tingkat kemandirian pasien. Beberapa membutuhkan bantuan sementara, sementara lainnya memerlukan pendampingan jangka panjang.
Apakah perawat bisa membantu rehabilitasi stroke?
Perawat dapat membantu latihan dasar dan memastikan program rehabilitasi berjalan sesuai anjuran dokter atau fisioterapis.
Butuh Perawat Pasien Stroke di Rumah? Insan Medika Siap Membantu
Jika Anda mulai ragu apakah kondisi pasien stroke di rumah masih aman tanpa pendampingan, jangan menunggu hingga terjadi komplikasi. Pendampingan yang tepat sejak dini dapat mencegah risiko yang lebih besar.
Insan Medika menyediakan layanan perawat pasien stroke di rumah yang profesional, terlatih, dan berpengalaman dalam mendampingi masa pemulihan. Dengan sistem seleksi ketat dan layanan fleksibel mulai dari kunjungan harian hingga 24 jam, Insan Medika siap membantu keluarga memastikan pasien mendapatkan perawatan yang optimal.